Monday, November 16, 2015

Beberapa Tipe Pengguna Facebook

Menurut data yang pernah saya baca, pengguna Facebook di seluruh dunia itu sudah berjumlah ratusan juta. Bisa jadi saat ini sudah mencapai satu milyar pengguna. Facebook mungkin merupakan media sosial (medsos) terbesar. Sekalipun ada yang tidak aktif menggunakan Facebook, tapi banyak yang menyambungkan postingan mereka di medsos lain ke Facebook. Update di Instagram, Twitter, Path, dll, bisa nongol otomatis di Facebook. Mereka yang katanya berpindah ke medsos lain ternyata tetap meninggalkan jejak di Facebook. Mungkin karena Facebook memang tak bisa ditinggalkan begitu saja. Banyak hal yang Facebook berikan untuk penggunanya. Ada alasan-alasan yang membuat kita tetap bertahan di medsos ini. Saya sendiri pengguna Facebook sejak tahun 2008. Sejak saya jadi pengguna aktif, lalu tidak aktif, kembali aktif, dan seterusnya, Facebook telah berkembang menjadi medsos dengan berbagai keuntungan maupun kerugian bagi penggunanya. Berdasarkan alasan-alasan orang menggunakan Facebook, saya mencoba membagi pengguna ke dalam beberapa tipe.

1. Tipe Alay: Facebooker yang sering sekali update status penting tak penting sehari-hari. Seolah-olah kehidupannya sangat penting dibagi ke khalayak. Berita-berita gembira, keluhan-keluhan sepele juga tak luput dicatat di wall Facebook. Makin alay kalau tata bahasanya pun jelek minta ampun.

2. Tipe Orang Kaya: Suka pamer apa saja di Facebook. Pamer punya pakaian bermerk, pamer sudah beli mobil, pamer pindah ke rumah baru, pamer sedang makan di restoran. Check in di kafe ini itu, di hotel ini itu. Entah sesungguhnya atau sandiwara belaka, pengguna tipe ini sepertinya sangat membutuhkan Facebook untuk menunjukkan siapa dirinya. Sesekali okelah ya, misalnya baru pulang jalan-jalan ke suatu tempat, lalu mengunggah foto-foto dari sana untuk menyimpan kenangan sih dimaklumi. Bisa ketahuan kok mana yang mau nyombong atau yang minta diakui statusnya kalau mereka itu "sesuatu". Hehehe...

3. Tipe Pengusaha: Ini sih yang suka jualan. Menggunakan Facebook untuk menjangkau pembeli yang siapa tahu bisa jadi pelanggan sah-sah saja, asal tidak mengganggu kenyamanan pengguna lain dengan tag tanpa izin. Facebook juga memfasilitasi pengguna tipe ini. Dengan tersedianya layanan Facebook Page memungkinkan pengguna untuk melebarkan sayap bisnisnya selebar-lebarnya. Apalagi kalau sampai mau bayar ke Facebook buat mempromosikan ke Facebooker lain tak dikenal sekalipun.

4. Tipe Si Narsis: Mereka yang berprestasi dan tak lupa membaginya di Facebook supaya mendapat tepuk tangan yang lebih meriah lagi (baca: jempol). Iya, ada kalanya isi wall Facebook mereka cuma segudang prestasi. Baru lulus SMA dengan nilai terbaik, baru mengikuti seminar internasional, wisuda, menikah (ini prestasi juga kali! hahaha), baru saja melahirkan bayi lucu, pokoknya semua moment kebahagiaan yang terjadi dalam hidup mereka selalu disampaikan lewat Facebook. Entah apa niat sesungguhnya di balik itu. Bisa jadi itu bentuk rasa syukur mereka, bisa jadi itu biar kamu yang hidupnya biasa-biasa saja menjadi iri pada mereka, bisa jadi untuk menunjukkan betapa luar biasa mereka, atau bisa jadi ya biar wall Facebook mereka tak kosong melompong. Kalau menurut saya tipe ini lebih baik daripada tipe Orang Kaya. Setidaknya prestasi mereka bisa menginspirasi orang lain untuk berprestasi juga. Jadi, mending tak usah peduli apa niat mereka, yang penting bagaimana kita menyikapi postingan dari pengguna tipe ini. Mau disikapi secara positif, balasan positif juga yang kita dapat. Begitupun sebaliknya. Toh, medsos pada umumnya memang untuk menggali bakat narsistik kita, kok. 

5. Tipe Inspirator: ini hampir sama dengan tipe si narsis dengan kelebihan lain. Mereka yang bisa membagi cerita/moment kehidupan yang tak hanya berupa prestasi tapi juga moment kemalangan yang dituangkan dengan cara elegan, tanpa terkesan mengeluh tapi memberi pandangan positif tentang segala duka yang sedang menimpa, baik itu yang menimpa dirinya sendiri ataupun orang lain. Pengguna ini juga akan memanfaatkan Facebook untuk menggalang dukungan untuk kegiatan-kegiatan amal dan sebagainya. 

6. Tipe Motivator: ya semacam kloningan Mario Teguh. Ada kalanya memang postingan motivasi itu disimpan untuk diri sendiri sebagai pengingat atau memang suka memberi motivasi pada orang lain. Kadang mereka juga memposting informasi-informasi penting. Biasanya hasil share dari postingan orang lain. Sebagai ajakan untuk waspada akan bahaya yang mengincar kita dalam kehidupan sehari-hari. 

7. Tipe Intelek: Pengguna tipe ini terbagi lagi menjadi dua; Intelek Umum dan Intelek Spesialis. Intelek Umum biasanya suka update status berita-berita yang sedang trend apapun topiknya. Hotnews segala bidang deh. Bisa jadi ini biar dianggap tak ketinggalan berita saja kali ya?! Atau mereka memang concern dengan peristiwa-peristiwa penting dalam dan luar negeri. Nah, yang asyik itu Intelek Spesialis, karena mereka tidak hanya berpendapat berdasarkan berita-berita yang sudah ada, tapi juga hasil analisa dan pemikiran mereka sendiri DAN tentunya dalam bidang yang mereka kuasai saja. Biasanya mereka-mereka ini punya segudang followers selain 5000 teman mereka di Facebook. Karena postingan mereka memang sangat berguna dan menambah wawasan orang lain yang mengikuti postingan mereka. 

8. Tipe Emak-emak: Resep makanan, gambar dekorasi ruang, taman, resep makanan lagi, gambar sketsa rumah, interior dapur, ide kreasi mainan anak, dll. Kebanyakan memang ibu-ibu yang sering share postingan semacam ini, tapi yang memposting aslinya biasanya bukan ibu-ibu tapi pengguna yang ingin meraup "like" dan "share" sebanyak mungkin supaya followers juga bertambah. Banyak followers bisa mengundang pengiklan. Atau, memang membutuhkan banyak followers buat jualan produk sendiri. Nah, ibu-ibu yang sering share postingan semacam ini, biasanya sering bilang"simpan dulu", karena tak tahu kapan mau dipraktikkan. Selama tak terus menerus Facebook-an, bisa disempatin ya, Bu. Hehehe...

9. Tipe Pengamat:

Punya akun Facebook tapi tak pernah update status tapi juga bukan berarti tak aktif menggunakan Facebook. Pengguna ini memanfaatkan Facebook untuk "melihat-lihat" saja. Bisa jadi tiap saat buka aplikasi Facebook di ponselnya, untuk mendapatkan informasi terkini, baik dari teman-temannya maupun Facebook Page yang khusus menyuguhkan artikel kekinian semacam Hipwee. Pengguna tipe ini sama sekali tak berniat sedikit pun untuk membagi satupun bingkai kehidupan mereka. Bagi mereka, cukuplah newsfeed atau beranda Facebook mereka dipenuhi status-status teman-teman dan berita/artikel/informasi penting. Sesekali mereka memberi acungan jempol, tak jarang juga yang hanya diam "meneropong" kehidupan orang lain.

Demikian beberapa tipe pengguna yang saya amati dari beranda Facebook saya sendiri. Mungkin ada yang kurang? Bisa jadi. Apapun itu, manfaatkanlah Facebook seoptimal mungkin, baik untuk kepentingan diri sendiri maupun kepentingan orang banyak. Kalau merasa Facebook tak lagi bermanfaat, tak ada yang melarangmu untuk berhenti menggunakan Facebook. Karena seseru-seru dan seasyik-asyiknya bingkai-bingkai kehidupan di Facebook, kehidupan sesungguhnya terjadi di luar Facebook--lebih seru dan asyik! Dan yakinlah, tak ada yang lebih seru dan asyik daripada kehidupan dirimu sendiri dengan segala lika-likunya.  

2 comments:

  1. Hahaha... Analissinya mendalam sekali, agak sinis sich.
    sy tdk tw masuk ditipe mana?, hehehe... salam kenal Mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berarti masih ada tipe2 lainnya, mungkin tipe kombinasi. Hehehe... Salam kenal juga!

      Delete