Thursday, August 20, 2015

Spicy String Beans

Beberapa waktu yang lalu, saya pernah masak tumis buncis sederhana. Tapi, namanya keren, nyontek bahasa Inggris gitu, deh. Hehehe... Baru kemarin saya bagi resepnya di blog ini. Namanya Buttery Garlic String Beans. Bisa lihat di post ini. Karena sepertinya saya mulai suka dengan sayuran buncis, dan sisa buncis di kulkas masih ada, hari ini saya masak tumis buncis lagi. Hanya saja dengan resep yang berbeda. Masih tumis-tumisan, sih, tapi lebih banyak bahan yang dibutuhkan. Jangan khawatir, tetap sederhana saja, kok, bahan-bahannya. Mudah didapatkan. Saya kasih lihat dulu, deh, penampakannya.

Spicy String Beans
Dari gambarnya saja sexy menggoda gitu. Hot! Hehehe... Masaknya nggak sampai sepuluh menit, termasuk persiapan bahannya. Pertama, iris halus bawang putih yang sudah dikupas, potong pendek daun bawang, potong kecil tomat, iris cabai rawit, dan tentunya si buncis sendiri yang juga diiris dengan ketebelan yang cukup supaya tidak layu dimasak. Untuk menumis, sediakan mentega. Saya lebih suka pakai mentega daripada minyak. Biar kilap sayurannya itu lebih menggugah selera, ketimbang minyak yang kesannya terlalu oily lengket gitu. Mentega juga menambah rasa gurih, mungkin karena ada sedikit rasa asinnya. Nah, level hot bisa diatur dengan menambahkan merica/lada bubuk.

Setelah bahan disiapkan, mulai memasak, deh! Panaskan mentega, masukkan bawang putih, tunggu sampai aromanya menguar, jangan sampai coklat atau hangus, lalu masukkan semua daun bawang, tomat, cabai rawit, dan buncis bersamaan. Aduk merata. Tambahkan merica sesuai selera. Jangan sampai layu, ya! Cukup masak dengan melihat sedikit asap yang mulai membumbung. Angkat, pindahkan ke piring saji, et voila... Spicy String Beans.

Anyway, setiap kali saya berbagi resep, saya hampir tak pernah mencatat takaran setiap bahan. Bagi saya, memasak itu seperti mencipta karya seni. Dalam berkesenian tak ada aturan pasti. Jadilah, saya menakar-nakar sesuai feeling. Pakai perasaan, gitu, deh! Hehehe... Dan, menurut saya juga, takaran itu tidak bisa dipastikan atau disamakan. Karena rasa yang kita inginkan dari masakan kadang tak sama. Bisa jadi ada yang pengin lebih asin, lebih beraroma, lebih pedas, dsb. Maka, based on my experience yang secuil ini, memasaklah dengan cinta. Biar makannya juga lebih nikmat, bagaimanapun hasil masakannya. Hohoho....

See you on next recipe! 

No comments:

Post a Comment