Wednesday, August 19, 2015

Mari Masak!

Saya lagi senang masak, tapiii... yang simpel saja. Sejak menikah akhir tahun lalu, baru beberapa bulan terakhir saya tinggal di rumah sendiri bareng suami. Warung makan cukup jauh dari rumah yang berada dalam kompleks perumahan. Jadi tak seperti sebelumnya yang sering beli makanan siap saji. Dan ternyata dengan memasak sendiri itu juga jauh lebih hemat. Ya, hematlah! Keseringan masak 3T, sih! Apa tuh? Tahu, tempe, telur! Hehehe... Soalnya saya masih agak malas beli daging-dagingan, malas bersih-bersihnya, cuci-cucinya. Kayak ikan, ayam, daging sapi. Padahal pengin juga sesekali masak udang. Sampai saat ini, saya biasanya masak telur bulat balado, telur ceplok mata sapi, telur kocok dadar, lalu tahu dan tempe goreng. Semuanya serba goreng. Tapi, untuk sayuran, biasanya saya suka eksperimen sendiri, tetap yang simpel juga sih. Kayak sayur sop yang isinya wortel, kentang, kembang kol/kadang diganti buncis, bayam kuah bening, buncis uap, tumis kangkung terasi, pernah juga bikin sayur pecel yang isinya kacang panjang, tauge, kangkung, bahkan saya juga bikin "buttery garlic string beans", keren kan?! Hahaha... Alias tumis buncis doang, sih!

Nah, kalau sudah masak gitu, saya suka iseng foto dan upload di Instagram saya. Kadang hasil fotonya biasa saja, kadang juga bagus sampai-sampai agak beda dari gambaran aslinya. Hehehe... Kali ini, saya mau posting beberapa fotonya di sini, sekalian mencatat resepnya. Mungkin ada yang mau mencoba. Mulai dari yang keren dulu....

Buttery Garlic String Beans (Tumis Buncis):

Bahan-bahannya hanya mentega/margarin, bawang putih diiris halus, dan buncis diiris cukup tebal biar tidak layu dimasak. Saya tidak menambahkan garam atau bumbu lainnya. Karena menurut saya, mentega dan bawang putih sudah cukup memberi rasa gurih pada buncis. Cara masaknya tidak membutuhkan waktu lama. Panaskan mentega, tumis bawang putih, setelah aromanya menguar, masukkan buncis. Masak sampai panas tapi jangan sampai layu. Siap disajikan, deh!

Buttery Garlic String Beans

Telur Balado:
Lauk favorit saya sepanjang masa, sejak saya kecil, sejak saya suka masakan pedas. Cabainya itu khas Padang sekali. Ya, sebagai orang Padang, wajarlah saya jadi doyan makan nasi dengan telur balado. Dengan lauk ini saja, tanpa lauk dan sayuran lainnya, itu sudah bikin makan enak buat saya. Makanya, inilah lauk pertama yang saya masak. Bikinnya juga tidak repot. Telurnya direbus, setelah dikupas, telur digoreng sampai agak garing luarnya, lalu tiriskan. Berikutnya menyiapkan sambelnya, si balado. Pilihlah cabai keriting merah biar rasanya pedas pas. Kalau mau lebih pedas, bisa dicampur dengan cabai rawit merah (cabai setan), tapi porsinya tetap lebih banyak si cabai keriting. Siapkan juga beberapa siung bawang merah, bawang putih, tomat, garam dan gula. Semua bahan dicampur kecuali tomat. Campuran ini bisa diulek tangan atau dihaluskan dengan blender. Keduanya sama enaknya. Setelah itu, panaskan minyak goreng. Lalu, masukkan campuran cabai yang sudah halus tadi. Pada saat ditumis inilah, tomat yang sudah dipotong kecil-kecil ditambahkan. Begitu si balado ini masak, masukkan telur yang disiapkan tadi, diaduk biar sambelnya merata di sekujur telur. *sekujur?! hahaha.... Biasanya, telur balado ini saya mix dengan kentang goreng yang dipotong wedges atau tahu, tempe. Ya, itu.. 3T. Hahaha...

Telur Tahu Balado, Buncis Uap, Sambel Terasi
Segitu dulu saja, deh, berbagi masakannya. Hehehe... Soal persambelan akan saya cerita di lain waktu. Sambel ini juga favorit saya. Pokoknya, makan harus ada sambel! Sambel balado, sambel terasi, apa saja, deh!

Memasak makanan sendiri itu ternyata menyenangkan. Apalagi kalau sudah menikah. Tidak seperti gadis dulu, saya biasa terima makanan jadi dari ibu saya. Setelah merantau, jadi jarang masak, seringnya beli saja. Memang sih, harus menyediakan waktu dan tenaga lebih untuk memasak. Terlebih dalam menyiapkan bahan-bahannya. Belum lagi, kalau sudah selesai masak, harus mencuci perkakas masak. Beruntung kalau punya asisten rumah tangga. Nah, ini jadi salah satu impian saya, semoga kelak saya dan suami mampu mempekerjakan seorang asisten. Biar saya yang memasak, asisten yang bersih-bersih. Hehehe... Sekarang dinikmati dan tetap disyukuri memasak tanpa asisten. Toh, rasanya memuaskan makan hasil masak sendiri. Suami juga senang. Kalau kata suami, "hemat!" Eh? Maksudnya, hebat! Ya, memang hemat juga, sih! Tapi, suami memang bercandain saya begitu, memuji, "hemat!" Hehehe....

No comments:

Post a Comment