Wednesday, January 21, 2015

Mencuri Resep Sambal Mentah

Kemarin sore, buat makan malam, saya beli ayam penyet di warung dekat rumah. Tempatnya kecil sekali, sebuah garasi rumah yang disulap jadi tempat makan. Tempat memasaknya di depan; proses penggorengan maupun pembakaran lauknya, proses mengulek sambel, sampai proses membukus makanan yang sudah jadi dan pembeli tinggal bayar lalu langsung pergi. Biasanya saya suka pesan sambel penyet--ulekan cabe rawit dengan bawang putih yang tentu ditambah garam dan penyedap rasa, mungkin Sasa. Tahu resepnya begitu, saya kadang bikin sambel sendiri kalau lagi rajin ke pasar buat beli bahan-bahan buat masak. Rasanya tak jauh beda. Nah, pas kemarin, saya memesan tambahan sambal. Saya perhatikan, di warung itu ada dua tempat ulekan. Bekas sambel yang diulek di sana tampak beda. Selama ini saya mengira warung itu hanya menyajikan dua macam sambel; sambel penyet dan sambel goreng--yang maaf saja saya tak selera, makanya sering pesan sambel penyet. Ternyata, setelah saya tanya kepada si penjual, ulekan yang satu lagi itu buat sambel mentah. Saya pesan deh, minta seharga tiga ribu rupiah. Jadilah, kemarin itu saya membawa pulang dua macam sambel ke rumah.

Setiba di rumah, tanpa nunggu suami pulang karena sudah kelaperan, saya langsung makan. Ngeces lihatin dua macam sambel itu. Wah, enak juga nih mentah-mentah gini! Yang ujung-ujungnya saya mikirin kebersihannya. Hihihi... Tempat ulekan bekas yang mudah-mudahan dicuci setidaknya sekali sehari, cabe mentah yang mudah-mudahan sudah dicuci bersih (gak yakin!), terasi yang mungkin dari pasar langsung dimasukin ke wadah bahannya, tomat yang saya harap lagi sudah dicuci bersih. Tapi, ya, tanpa memikirkan itu semua, sambel mentahnya tetap enak! Apalagi dicampur dengan sambel penyet. Hingga keesokan harinya, yakni hari ini, saya sempat-sempatnya membayangkan sambel mentah itu buat makan malam. Apalagi suami saya juga suka pedas. Jadi, deh, saya ke pasar--yang untungnya dekat rumah, tinggal jalan kaki--beli cabe rawit seperempat kilo. Btw, harga cabe turun lagi, lho! Dulu waktu BBM naik, cabe keriting sempat menembus angka 90 ribu/kg. Lalu, turun ke 80 ribu/kg, sampai minggu lalu turun jadi 60 ribu/kg, eh, hari ini saya bisa beli cabe keriting 48 ribu/kg. Eh, maaf, kalau harga cabe rawitnya saya gak hapal, tapi yang pasti juga turun, kok! Hehehe...


Dengan mencuri resep sambel mentah penjual ayam penyet, saya beraksi! Di pasar, saya sudah beli 1/4 kg cabe rawit. Saya kupas semua tangkainya, benar-benar sampai tidak ada lagi sisa tangkai cabe yang berwarna hijau itu, tidak seperti di warung gitu, deh! Lalu, saya rendam sebentar dengan air sabun Sunlight (bukan promo iklan), bilas bersih dan tiriskan. Mengingat sambel mentah ini tidak digoreng ataupun disiram minyak goreng panas seperti sambel penyet, saya harus cuci sebersih mungkin. Kurang yakin kuman-kuman sudah hilang, cabe pun saya masukkan sebentar ke dalam air mendidih--biar kuman mati sekalian! Hahaha... Padahal, makan bikinan warung nyantai aja! Tapi, ya, karena itulah, mumpung masak atau bikin sendiri, yang tidak tiap hari, saya harus menjamin kebersihan makanan yang saya olah sendiri. Nah, back to topic, banyak cabe yang saya olah sebanyak separuh dari yang saya beli. Sisanya saya simpan. Jadi, kira-kira 125 gram cabe rawit yang sudah diperhatikan kebersihannya itu saya ulek--batu ulekan pun saya siram air panas. Setelah agak hancur semua, ditambah garam dan gula--pengganti penyedap rasa--secukupnya. Untuk terasi, saya pun menumisnya dulu. Barulah saya ulek bareng cabe, lalu ditambah satu buah tomat segar yang--baiklah--cukup dicuci bersih dengan Sunlight. Tak lama kemudian, sambel mentah bikinan saya siap disantap. Alhamdulillah, kata kakak saya, sambelnya enak. Eh, tapi, pas suami pulang kerja, makan malam, dibilang tak enak. Hiks! Sedih dan marah! Sempat ngambek! Dibaik-baikin, deh, sama suami. Katanya, sih, rasanya kayak bercampur dengan ulekan. Ya, gak tahu juga saya mesti gimana. Mesti ngulek di mana, dong? Ah, yang penting, bagi saya sambel mentah ini enak! Toss sama kakak! Hihihi....

So, mau curi resep sambel mentah ini juga? Silakan! Hehehe.... Eh, tahun lalu, saya juga pernah posting soal sambel penyet dan sambel setan. Yuk, mampir di Ngulek, Yuk!

Penampakan Sambel Mentah a la Vira

No comments:

Post a Comment