Tuesday, January 20, 2015

Goblok vs Pintar ala Bob Sadino

BERANI 'GOBLOG' by ~Bob Sadino~ in memorium
"Saya sudah menggoblokkan diri sendiri terlebih dahulu sebelum menggoblokkan orang lain." - Bob Sadino
"Banyak orang bilang saya gila, hingga akhirnya mereka dapat melihat kesuksesan saya karena hasil kegilaan saya." - Bob Sadino
"Orang pintar kebanyakan ide & akhirnya tidak ada satupun yang jadi kenyataan. Orang goblok cuma punya 1 ide dan itu jadi kenyataan." Bob Sadino
"Saya bisnis cari rugi, sehingga jika rugi saya tetap semangat & jika untung maka bertambahlah syukur saya!" Bob Sadino
"Sekolah terbaik adalah sekolah jalanan, yaitu sekolah yang memberikan kebebasan kepada muridnya supaya kreatif." - Bob Sadino
"Orang goblok sulit dapat kerja akhirnya buka usaha sendiri. Saat bisnisnya berkembang, orang goblok mempekerjakan orang pintar."- Bob Sadino
"Setiap bertemu dengan orang baru, saya selalu mengosongkan gelas saya terlebih dahulu." - Bob Sadino
"Orang pintar mikir ribuan mil, jadi terasa berat. Saya ga pernah mikir karena cuma melangkah saja. Ngapain mikir kan cuma selangkah." - Bob Sadino
"Orang goblok itu gak banyak mikir, yang penting terus melangkah. Orang pintar kebanyakan mikir, akibatnya tidak pernah melangkah." - Bob Sadino
"Orang pintar maunya cepet berhasil, padahal semua orang tau itu impossible! Orang goblok cuma punya 1 harapan: hari ini bisa makan." - Bob Sadino
"Orang pintar belajar keras untuk melamar pekerjaan. Orang goblok berjuang keras untuk sukses biar bisa bayar para pelamar kerja." - Bob Sadino
~ Sekian perbedaan orang goblok dan orang pintar versi Bob Sadino.

Catatan di atas saya copas dari status FB seseorang. Setelah diperhatikan, tak satu orang, tapi beberapa orang lainnya juga membagi catatan tersebut di halaman FB mereka. Tak ada salahnya, sih. Catatan berisi kutipan-kutipan dari mendiang Bob Sadino, salah satu pengusaha sukses Indonesia, memang ada benarnya. Salahnya hanya pemahaman orang-orang yang membacanya tak akan sama. Kalau dibaca orang goblok beneran gimana? Bisa-bisa sekolah jadi kosong, tak ada yang mau belajar, karena mending jadi orang goblok seperti Bob Sadino. Tapi, syukurlah, masih banyak orang yang tak berani goblok. Banyak orang yang masih ingin dibilang, dipuji dan dicap pintar. Yang berani goblok hanya segelintir orang macam mendiang Om Bob--ikut orang-orang manggil Om--yang semoga bahagia di akhirat sana.

Saya percaya, peran kita di dunia ini berbeda-beda. Ada yang jadi goblok seperti Bob Sadino. Ada yang jadi pintar seperti Einstein. Kalau semua orang ingin jadi pengusaha, siapa yang akan jadi pegawai? Kalau semua orang pintar, siapa yang kita sebut goblok? Kutipan-kutipan di atas tentu hanya semacam panduan bagi yang berminat berwirausaha. Wirausahawan yang bagaimana? Yang goblok? Nah, itu terserah yang minat. Tapi, siapa sih yang tak minat jadi wirausahawan? Jadi boss? Punya bawahan, anak buah, karyawan, pegawai? Membuka lapangan kerja bagi orang-orang yang pintar karena rajin belajar? Menggaji orang-orang yang berarti memberi makan anak-istri mereka? Etapi, ini baru enaknya saja! Yang tak enaknya bagaimana? Sudah tahu? Yakin tetap mau jadi goblok? Kalau begitu ya, semoga sukses bagi anda!


Memang makin banyak orang yang akhirnya berkecimpung di dunia usaha. Dunia ini memang menjanjikan materi yang melimpah. Bahkan tak sedikit yang tadinya kuliah jurusan teknik, malah jadi pengusaha pecel lele, misalnya. Contoh seperti ini yang disinggung oleh Prof. Rhenald Kasali dalam bukunya yang pernah saya baca, Self Driving. Orang-orang Indonesia yang bergerak di dunia usaha atau istilah kerennya entrepreneurship seolah-olah hanya mengikuti trend. Lagi hits usaha kuliner, eh, yang insinyur juga ikut bisnis kuliner. Kenapa tak coba usaha produksi AC atau kipas angin tanpa listrik, misalnya? Ditanya begitu, bisa jadi kilahnya passion. Saya passion-nya di kuliner. Ya, susah juga. Tapi, memang alangkah bagusnya ya, kita yang sudah dikasih kesempatan belajar di jurusan masing-masing, nantinya bisa jadi pengusaha di bidang yang sama dengan jurusan itu. Mungkin, Indonesia bakal maju. Seperti ceritanya Prof. Rhenald, di Amerika sana, sudah dirintis asteroidpreneurship. Insinyur-insinyur yang mencoba usaha menambang asteroid. Mereka mencoba membuat robot-robot yang akan menjadi tukang tambangnya. Keren, ya?! Nah, menurut saya memang begitu yang keren. Tapi, usaha apapun, tanpa melihat latar belakang pendidikan, ya oke-oke saja. Yang penting creative thinking sebagai pengusaha seperti Bob Sadino bisa dibarengi dengan critical thinking. Jadi, jangan goblok beneran! Hehehe...

1 comment: