Tuesday, May 20, 2014

Ucapan Terima Kasih



Kapan terakhir kali kamu menulis ucapan terima kasih? Kalau kamu pernah wisuda, minimal menjadi sarjana, pasti pernah menulis ucapan terima kasih, sebagai ungkapan syukur atas keberhasilan kamu menyelesaikan karya tulis ilmiah berupa skripsi. I have done it, too. Years ago. Dan, apakah saya masih ingat kepada siapa-siapa saja saya berterima kasih? Yang pasti, nama orangtua dan keluarga, serta nama dosen pembimbing tak akan terlewat begitu saja. Terutama lagi, kalau kita memiliki keyakinan tertentu, nama Tuhan pun tak luput ditulis. Lalu, siapa selebihnya? Masih ingat?

Ucapan terima kasih dalam skripsi, tesis, disertasi, dan buku lainnya, umumnya dibatasi jumlah halaman. Apakah ini ketentuan baku, saya tak begitu tahu. Dalam satu atau dua halaman, kita akan menuliskan nama-nama orang yang telah membantu kita, khususnya yang membantu dalam pencapaian kita tersebut. Tuhan yang telah memberi berkah kelulusan, orangtua dan keluarga yang telah memanjatkan doa, para dosen yang telah membagi ilmu, dan, mungkin, teman-teman seperjuangan yang menyemangati. Kalau ada pacar, nama pacarnya pun tak lupa ditulis, atas perhatian yang tak kurang ketika kita malah mengurangi perhatian kepadanya. Hehehe... Bukan curcol, kok!

Ucapan terima kasih di buku fiksi tak jauh berbeda. Ketika kita membaca karya seseorang, ucapan terima kasih dari penulis menjadi bacaan menarik tersendiri. Judulnya pun bisa berbeda-beda. Ada yang menuliskan judul halaman ucapan terima kasih dengan "thanks to", "acknowledgement", "a note from author", yang dalam bahasa Indonesia, bisa "catatan kecil penulis", "ucapan terima kasih", atau judul kreatif lainnya seperti "syukriya", "mukadimah", dsb. Lewat ucapan terima kasih beserta judul yang ditulis, kita kadang bisa menebak (mencoba menebak) karakter si penulis. Ada penulis yang sepertinya sangat bersemangat sekali menulis ucapan terima kasih. Sepertinya hampir setiap orang yang dikenalnya ditulis. Entah itu berhubungan langsung dengan pencapaiannya menerbitkan karya atau bukan. Terkadang, nama yang ditulis bisa jadi hanya nama teman ngerumpi. Ada juga penulis yang tampak selektif, benar-benar menulis nama-nama orang yang memang membantunya secara langsung dalam menerbitkan karya. Bahkan, ada juga ucapan terima kasih yang begitu singkat, yang hanya ditujukan kepada pembacanya. Malah, ada buku yang tak ada ucapan terima kasih sama sekali. Pada halaman pertamanya, mungkin ia hanya menuliskan, "karya ini dipersembahkan untuk seseorang." Kita pun menemukan sebuah nama yang istimewa bagi si penulis.

Beberapa hari lalu, untuk kedua kalinya, saya merangkai ucapan terima kasih. Yang pertama bukan skripsi (skripsi tak usah masuk hitungan saja ya) tapi karya tunggal perdana saya berupa buku kumpulan cerpen yang diterbitkan secara indie. Saat itu, perasaan saya senang sekali, bisa mengungkapkan rasa terima kasih kepada orang-orang terpilih. Walaupun karya indie, yang penjualannya tak melebihi seratus eksemplar, yang segala sesuatunya saya kerjakan sendiri, saya merasa tetap perlu menyampaikan rasa terima kasih saya. Karena bagi saya, orang-orang tertentu secara langsung tak langsung telah membantu saya sampai ke tahap tersebut. Sementara, untuk kali kedua ini, saya menulis ucapan terima kasih untuk karya tunggal perdana juga, perdana karena kali ini berupa novel. Novel debut saya akan segera diterbitkan oleh penerbit major. Lagi-lagi, ini perdana bagi saya. Dan, beberapa hari lalu, penerbit meminta kelengkapan naskah, salah satunya ucapan terima kasih.

Saya tak pernah terlalu heboh dalam ucapan terima kasih. Sejak dari skripsi, karya indie, hingga novel debut ini, saya biasa menuliskan nama-nama yang memang penting untuk disebutkan. Nama-nama yang bagi saya, langsung tak langsung, telah membantu saya sampai ke tahap menerbitkan karya. Nama-nama yang tanpa mereka, bisa jadi saya gugur memperjuangkan karya sampai ke penerbit. Atau, bisa jadi nama-nama yang telah membuat saya menjadi lebih bersemangat untuk berkarya. Mereka barangkali tak pernah tahu bagaimana bisa mereka membantu, tapi hanya saya yang tahu bagaimana mereka telah membantu saya. Jadi, siapa saja nama-nama yang saya tulis dalam ucapan terima kasih untuk novel debut saya nanti? Insya Allah, novel ini akan rilis pada bulan Juni. Boleh banget, kok, dibeli! Hehehe... sekalian promosi.

2 comments:

  1. Selamat. Ditunggu bukunya. Mau beli. Teman yang baik adalah teman yang membeli buku karya sang teman, bukan? hehe... #alah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, Lia.. I really appreciate it. :)

      Delete