Wednesday, April 30, 2014

Menerjemahkan Puisi

Puisi. Rangkaian kata indah penuh makna. Tapi, sayang sekali, saya jarang baca puisi. Saya lebih suka menenggelamkan diri dalam prosa, lebih tepatnya cerita; cerpen maupun novel. Lalu, suatu ketika saya membaca sebuah puisi berbahasa Inggris di sebuah note FB seorang teman. Puisi itu langsung 'nyantol' di benak saya. Puisi berjudul Present Tense yang ditulis oleh Jason Lehman pada tahun 1989. Puisi, yang menurut saya, menggambarkan sifat manusia yang paling primitif; menginginkan. Tanpa direncanakan, saya membaca kembali puisi itu, puisi yang sudah saya salin ke blog Tumblr saya. Tanpa pikir panjang, halaman puisi di blog itu saya screenshot dan saya unggah ke Instagram, sekaligus menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia; sebagai keterangan foto.

Hasil unggah ke Instagram

Sebelumnya, saya tak pernah menerjemahkan puisi. Tapi, saya tidak asing dengan bahasa Inggris. Sejak tahun pertama kuliah, saya sudah terbiasa membaca textbook berbahasa Inggris sekaligus menerjemahkannya (menulis paper). Tapi, bahasa textbook tentu lebih kaku. Maka, ketika saya berhadapan dengan puisi, saya mencoba untuk tidak terlalu 'saklek' menerjemahkannya. Saya merasa-rasa kata-kata yang tepat untuk saya gunakan dalam puisi berbahasa Indonesia. Padahal, saya jarang sekali menulis puisi. Ya, satu dua kali memang pernah saya hasilkan puisi. Karena itu, saya yakin saya tidak cocok menjadi penyair. Tapi, untuk satu puisi ini, saya ingin sekali menerjemahkannya, tanpa keinginan untuk berlatih menulis puisi, misalnya. Mungkin, ini sebagai latihan awal bagi saya untuk menerjemahkan novel berbahasa Inggris. Ya, saya berkeinginan untuk menerjemahkan satu dua novel yang saya suka. Semoga saja sempat. Kali ini, terjemahan puisi dulu.