Tuesday, March 11, 2014

Berlatih Menulis Cepat

Akhir-akhir ini, saya jadi sering update blog. Dimulai hari selasa lalu, saya posting tentang rencana saya terhadap blog ini. Saya akan update blog setiap malam. Sejak itu, empat malam berturut-turut saya update blog. Ada saja bahan cerita hari itu yang saya jadikan tulisan. Tapi, pas malam akhir pekan--Sabtu dan Minggu-saya absen posting. Rencana menulis tiap malam di blog jadinya saya rencanakan ulang, replanning. Memasuki Senin malam, blog pun update post baru. Saya memutuskan sebaiknya ada jeda istirahat untuk menulis. Maka, seperti pekerjaan lainnya, weekend menjadi hari libur saya untuk update blog.

Penulis adalah profesi. Pekerjaannya adalah menulis. Jadi, saya pikir, menulis di blog ini adalah bagian dari pekerjaan saya sebagai penulis, meskipun masih penulis kelas teri. Hahaha... Karena kita tidak tiap hari bekerja, maka saya pun tidak menulis tiap hari, alias saya menulis hanya pada hari kerja. Lebih tepatnya, pada "malam" kerja. Karena saya memang baru bisa melakukannya pada malam hari. Hehehe... Tapi, kalau update blog ini bagian dari pekerjaan, berapa gaji saya sebulan? Nah, lo?!

Setiap pekerjaan pasti akan membuahkan hasil. Bagi saya, menulis setiap weekdays ini nantinya juga akan saya petik hasilnya. Tidak dalam bentuk uang. Entah apa, yang pasti, kemampuan menulis cepat saya akan lebih terasah. Update blog ini memang salah satu cara belajar menulis cepat. Saya pribadi tidak butuh waktu lama-lama buat update blog. Apapun yang terlintas di benak bisa saja langsung dipindahkan ke blog ini. Saya mungkin butuh waktu antara setengah sampai satu jam untuk menulis satu postingan.


Nah, pada dasarnya, saya ingin diakui sebagai penulis fiksi. Kalau menulis cepat saya terlatih, maka pada saat menulis fiksi, kemungkinan besar saya juga akan bisa menulis cepat. Menulis cepat ini bagus untuk penulis fiksi saat dia menulis draft pertama. Dia hanya mengikuti apa yang terlintas di kepala dan hatinya pada saat itu. Pernah nonton film Finding Forrester? Saya mengutip ide ini dari film itu. Saya lupa kutipan aslinya seperti apa, kira-kira maksudnya menulis dengan hati tanpa banyak pikir. Jadi, ya, menulis cepat saja.

Menulis cepat ini juga saya temui dalam buku Creative Writing AS Laksana. Menulis cepat membuat kita tidak terobsesi dengan kata yang tepat, kalimat yang memukau, parafrag yang indah. Menulis cepat juga membuat kita untuk fokus dulu pada cerita yang ingin kita sampaikan ketimbang nilai logika dan estetika yang bisa kita koreksi pada saat editing. Menulis cepat juga tidak membuat kita mengulur waktu, terlebih lagi, menunda deadline.

Nah, bagaimana? Kamu mau menulis karya fiksi? Belum ada ide? Hmm, cobalah mulai menengok isi blogmu. Kalau sudah ketebelan debu, bersihkan dengan segera update blog. Yuk, berlatih menulis cepat!

No comments:

Post a Comment