Friday, September 13, 2013

Sepatu Kesayangan

Kami membutuhkanmu...


"Pak, saya udah nungguin berhari-hari. Akhirnya, Bapak lewat juga depan rumah saya!"

Huhuhu... gue mau nangis lihat si Bapak dengan tentengannya.

"Hehehe... kenapa, Mas, sepatunya?"

"Sepatu saya, Pak! Sepatu sayaaa!"

"Eh, iii...iya, Mas, kenapa sepatunya?"

"Solnya copot!" gue mau teriak. Karena sepatu ini... "Hadiah dari papa saya, Pak."

Sepatu pantofel itu saya elus-elus penuh kasih. Si Bapak kenapa bergidik gitu ya?

"Pak, ini hadiah terakhir dari beliau sebelum saya... eh, papa saya meninggal."

"Oh, begitu, Mas. Ya, sini, saya benerin."

Dengan hati-hati, gue serahin itu sepatu ke si Bapak.

"Sepatu sekarang, masih bagus, tapi gampang copot, ya, Mas."

Gue iyain dalam hati, untung masih ada yang kerja jadi tukang sol sepatu kayak Bapak.

Beberapa menit kemudian....

"Huaaa... Bapaaak! Terima kasih! Terima kasih! Sepatu saya kembali sehat!" Gue tepuk-tepukin tuh pundak si Bapak, sambil memandang kagum hasil kerjanya. Tampak seperti baru! Sepatu yang dulu gue pakai buat lamar kerja ke sana ke mari setelah wisuda. Sepatu dari ayahanda tercinta.... Hiks....

"Makasi, ya, Pak!"

Balik kanan, ah!

"Oi, Mas, bayaaarrrr!!!"

***

berdasarkan kisah nyata yang didramatisir seperlunya. 

4 comments:

  1. hihihihi, mau kabur aja abis dibenerin :))))

    ReplyDelete
  2. sekarang udah susah cari tukang sol sepatu keliling. mesti ke pasar dulu atau ke perempatan yang banyak pedagang pada kumpul.

    www.nusapalapa.com

    Tempatnya Juragan Kumpul

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di lingkungan tempat tinggal saya masih ada yang keliling.

      Terima kasih sudah mampir.

      Delete