Monday, July 1, 2013

Nama Pena bagi Pengarang

Sebuah ungkapan klasik dan klise dari seorang Shakespeare, "what's in a name?" atau "apalah arti sebuah nama?"

Apa tak sebegitu berartikah sebuah nama? Terlebih sebuah nama pena. Nama yang dikarang oleh seorang pengarang, yang diatributkan untuk karya yang telah dicipta. Sekian ratus tahun, telah lahir begitu banyak pencipta karya. Pengarang-pengarang ternama yang tak lekang oleh waktu itu ternyata membutuhkan sebuah nama samaran. Dengan berbagai macam alasan. 

Pablo Neruda, seorang pujangga yang mendapat penghargaan Noble Prize, ternyata lahir dengan nama Neftali Ricardo Reyes Basoalto. Ia "memungut" nama pena Pablo Neruda dari seorang pujangga Chili bernama Jan Neruda. 

Mungkin tak banyak yang mengenal Charles Dodgson. Nama itu banyak tertera pada sampul buku-buku matematika. Ia memang seorang ahli matematika. Tapi, siapa yang menyangka, ia pun menulis buku fantasi. Pastilah banyak yang tahu dengan nama Lewis Carroll. Sang pencipta dunia fantasi ala Alice. Alice's Adventures in Wonderland menjadi karya klasik yang lahir dari seorang bernama asli Charles Lutwidge Dodgson. Ia "mengarang" nama penanya berdasarkan terjemahan latin dari nama aslinya yang kemudian "di-Anglikan-kan". Caralus Lodovicus menjadi Lewis Carroll.