Saturday, January 5, 2013

Perjalanan Setahun (4)

(...part 1...) (...part 2...) (...part 3...)

Kami meninggalkan Dieng pada siang hari, 30 Desember 2012. Tujuan kami selanjutnya adalah kota budaya, Jogjakarta. Perjalanan menempuh waktu lebih lama daripada seharusnya. Menurut pengguna gadget sejati yang mengandalkan GPS (coba tebak siapa?!), sopir bus mengambil jalan yang lebih panjang. Entahlah... toh yang saya ingat, perjalanan menuju Jogja itu melewati Magelang. Berhubung waktu terbatas, Candi Borobudur yang masuk dalam itinerary batal dikunjungi. Tarian hujan menyambut kami setiba di Jogja sehabis maghrib. Bus berhenti di SPBU tak jauh dari penginapan. Kami turun dan mengambil barang, lalu berjalan kaki sambil dipercik hujan. Tak sabar ingin mandi segera!

Sayang sekali, penginapan kali ini tidak sebaik penginapan di Dieng. Sangat ala kadarnya. Penginapan kami itu merupakan rumah pemiliknya, jadi kami berbaur tinggal bersama tuan rumah. Rumahnya sangat sederhana, terdiri dari tiga kamar dan satu kamar mandi. Sebenarnya, satu kamar diasingkan hanya untuk tuan rumah dan dua orang backpacker lain sebelum kami. Kebetulan dalam rombongan kami ada seorang ibu, yakni ibunya Anggun, kamar tersebut pun dibuka juga untuk sang tetua rombongan kami. Sedangkan, kami yang kini berjumlah 29 orang, belum lagi tas-tas ransel, harus berbagi tempat di antara ruang depan (buat cowok-cowok), satu kamar depan yang cukup layak, dan satu kamar belakang yang menurut saya tidak layak ditempati oleh cewek-cewek. Hmm, sorry to say this, lampu penerangan saja tidak ada. Saya pun terpikir, apakah menjadi seorang backpacker, menyusahkan diri dan badan itu jadi bagian petualangan? Mungkin. Toh, dengan budget seminimal mungkin, backpacker harus dapat bertahan hidup dalam perjalanannya.

Tak lama setelah menempatkan tas-tas, banyak di antara kami yang ke luar dari rumah. Barangkali mau ambil napas! Hahaha... Saking sumpeknya kali ya?! Hehehe.... Saya tetap tinggal di rumah (lebih pantas disebut rumah daripada penginapan) bersama segelintir orang. Kalau tak salah, yang habis mandi langsung tinggal di kamar hanya beberapa--Sara, Erni, Aryani...dan entah siapa lagi. Saya bersama Anggun dan ibunya pun merasa sedikit tidak betah, walaupun si Mama sudah dapat kamar yang cukup layak barengan dengan tuan rumah. Akhirnya, kami bertiga ingin menyusul yang lain. Ke luar rumah sesegera mungkin! Hahaha....

Hujan masih menghunjam. Di bawah naungan payung, kami menyusuri gang depan rumah sampai pinggir jalan raya Letjen Suprapto, lalu mencari becak yang beroperasi. Tujuan kami adalah Malioboro. Kata si tuan rumah, dari tempatnya ke Malioboro cukup dekat, bisa jalan kaki. Berhubung hujan, kami memilih becak dengan membayar 20.000 rupiah. Ternyata, lumayan juga jaraknya. Dengan jarak begitu jalan kaki?! Saya, Anggun dan Mama tertawa saja geleng-geleng kepala. (Tapi, sebenarnya jalan kaki juga tak terlalu jauh, kok! Tunggu cerita selanjutnya pada malam berikutnya!)

Yang pasti, setiba di Malioboro, kami tak menemukan teman-teman kami. Kami juga tak saling berkomunikasi. Jadi, acara malam itu bebas sendiri-sendiri mau ngapain. Dari kantor pos hingga depan stasiun, kami berjalan melalui keramaian Malioboro. Sudah capek sekali padahal. Tapi, demi Anggun yang ingin "melihat" Jogja--karena terakhir kali dia ke Jogja ketika masih SD--capek tak lagi jadi soal. Saya dan Anggun pun berfoto di depan plang jalan Malioboro. Demikian saja, lalu kami kembali ke rumah. Lagi dengan becak. Lagi dengan harga yang sama.

Akhirnya, kami tiba di rumah jam 22.30 Waktu Indonesia Backpacker. Kamar mandi sudah kosong. Lekas saya menyiapkan peralatan mandi dan baju ganti. Kata si Mama, saya dan Anggun ikut tidur saja di kamar si tuan rumah. Wah, dengan senang hati, saya membatin. Hehehe... Selesai mandi, saya masuk ke dalam kamar. Di atas kasur, ada dua backpacker perempuan yang beda rombongan dari kami dan Anggun serta mamanya. Ibuk, sang tuan rumah, tidur di bawah. Saya? Nyempil di sebelah si Ibuk. Untunglah si Ibuk berbaik hati mencarikan bantal untuk kepala saya. Hehehe... Kami pun berusaha tidur senyenyak mungkin!

Tujuan kami esok hari adalah Gunung Kidul. Mau tahu ceritanya?! Postingan berikutnya, ya! Hehehe...

PS: Sebenarnya, pada post ini saya ingin bercerita tentang seharian di Gunung Kidul. Ternyata, cerita setiba di Jogja cukup panjang. Ah, bawel sekali tulisan saya ini! Hahaha...

PPS: Tak ada foto kali ini. Lagian tak ada yang menarik! Hehehe...

....to be continued....

No comments:

Post a Comment