Saturday, January 19, 2013

Impian Awal Tahun

Tentang impian. Apa yang bisa saya ceritakan tentang impian? Intinya cuma satu. Masa depan cerah gemilang. Sudahlah, Sabtu sore begini, bicara perihal impian tampaknya agak berat. Saya sendiri merasa belum pantas berkhotbah dengan tema impian. Impian saya, mungkin tenggelam sudah. Ditenggelamkan banjir Jakarta? Sudah.. sudah.. biar saya skip dulu bicara tentang impian. Ini memang masih awal tahun, waktu yang tepat bicarakan impian. Tapi, saya ingin pendam impian sendirian. Kelak. Ya, kelak... impian akan menjelma nyata. Semesta akan berkonspirasi dalam mewujudkannya. Impian... Ya, kelak!

Jadi, saya mau bicara apa? Bicara? Kenapa tidak tulis? Bukankah ini saya sedang menulis? Biarkan saja. Biar tulisan saya ini seolah-olah mengajak pembacanya berdialog. Bukankah itu terasa lebih baik? Lebih nyaman? Ah, apa ini yang sedang saya omongkan?! Tulisan absurd yang seakan berdialog padahal hanya monolog sang penulis. Penulis? Apakah saya seorang penulis? Parameter apa yang dijadikan dalam mengukuhkan seseorang sebagai penulis? Apakah sekadar menulis sesuatu lalu dicap sebagai penulis? Apapun, saya menganggap diri sendiri adalah penulis. Penulis amatir, penulis kacangan, penulis pro sekalipun, itu terserah orang lain yang menilai.

Tentang menulis. Apa yang telah saya raih dalam kepenulisan? Tentu belum banyak. Hitunglah sejak Oktober 2010, yang mana menjadi titik awal kepenulisan saya. Titik ketika saya menerbitkan secara indie buku kumpulan cerpen saya. Sempat bombastis! Hahaha... anggaplah begitu! Sensasional? Hahaha... mungkin! Seorang perempuan muda berhijab mendadak rilis buku berjudul Lajang Jalang. Menurutmu? Sudah.. sudah.. itu masa lampau. Saat ini.. sebenarnya saya masih berprogress untuk menjadi penulis yang bukunya diterbitkan oleh penerbit major. Tunggu saja ya!

Dan, ternyata, tak perlu menunggu lama. Februari 2013, ya, bulan depan, saya si "indie writer" akan melepaskan satu cerpen ke publik yang lebih luas. Lewat buku antologi, kumpulan cerpen dari 28 penulis (termasuk saya), saya akan melepas gelar indie (mungkin). Buku itu berjudul LoveDiction, kumpulan cerita tentang cinta, cocok untuk kawula muda, diterbitkan oleh penerbit Kepustakaan Populer Gramedia (KPG). Wow! Wow! Itu penerbit besar! Saya tentu sangat senang dan boleh merasa bangga. Banyak novel sastra yang lahir dari penerbit itu. Eits.. tapi tunggu dulu! LoveDiction ini memang lahir dari KPG, tapi ia adalah terbitan pertama KPG dalam lini remaja bernama IceCube Publish. Dan... tetap saja! Karya saya akan diabadikan dalam buku yang diterbitkan penerbit besar, akan didistribusikan ke toko-toko buku terkemuka seluruh Indonesia. It's good!  Saya bersyukur pada Sang Maha Pencipta. Tentu saya juga harus berterimakasih pada Naluri dan Ninda yang telah mengajak saya berkontribusi. Mereka berdualah yang berjuang menembus penerbit KPG.

Lalu, apa lagi? Apa yang bisa saya bicarakan lagi Sabtu sore ini? Haruskah saya bahas juga tentang banjir yang melanda Jakarta? Tapi, tahu apa saya tentang banjir selain dari apa yang saya lihat dalam berita-berita di televisi? Saya hanya tahu kawasan tempat tinggal saya saat ini tidak terkena banjir. Saya masih bisa keluar dekat rumah buat beli makanan. Lebih jauh dari itu, saya tidak tahu. Sejak banjir hari Kamis lalu, saya tidak pergi kemana-mana. Dunia saya hanya sejangkau berita TV dan info dari socmed. Katak dalam tempurung. Itulah saya saat ini. Ah.. Sudah.. sudah.. saya sedang tak ingin melepas sendu. Saya sedang enggan mengeluh ini itu. Hidup saya yang "gini-gini" saja harus disyukuri. Sudah.. sudah.. Tak perlu banyak bicarakan masalah sendiri. Publik tak perlu tahu. Ya.. Kamu tak perlu tahu.

Impian. Tentang impian yang telah saya modifikasi supaya tidak muluk-muluk juga tak perlu saya umbar ke publik. Tanpa saya tuliskan di sini, barangkali impian itu bisa tertebak. Jadi.. sudahlah..

6 comments:

  1. Congratz! Finally KPG, lho...

    Tentang mimpi, saya justru punya prinsip berbeda dengan tulisan ini. Mimpi lah yang muluk2, ungkapkan, teriakkan. Karena saya percaya, semesta akan mendengar dan membantu mewujudkannya.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks!

      Ya, saya paham ttg impian. Anggaplah apa yg telah saya tulis di atas adalah hasil pemikiran si pesimis saya. Hehehe.. :)

      Delete
  2. Great Kak Viiir.. Aku baru tau ternyata kak Vir itu penulis.. Hebat tulisannya udah diterbitin di Gramedia.. Itu penerbit impian aku, dulu pernah masukin novel cerita remaja karangan aku, tapi ditolak, dari sana aku berhenti nulis novel/cerpen, sekarang pindah nge-blog deh, hehe :D *curhat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Irmaaa, senang bisa melihatmu di blogku. One thing for sure, jangan pernah berhenti menulis walaupun karyamu ditolak berkali-kali. Itu kalau kamu sungguh2 mau jadi penulis. Karyaku juga sering ditolak, kok. Ayo, Ima nulis lagi! ;)

      Delete