Thursday, December 13, 2012

Tanggal Cantik untuk Pulang

Tanggal cantik 12.12.12 memang bukan tanggal terjadi kiamat yang diramalkan suku Maya. Pada tanggal ini telah diadakan sebuah peluncuran novel dari seorang penulis Indonesia. Novel Pulang yang ditulis oleh Leila S Chudori dilahirkan pada tanggal cantik 12.12.12, tepat dengan hari ulang tahun penulisnya sendiri yang ke-30 ditambah 20. Saya beruntung bisa hadir dalam acara peluncuran novel itu dan dengan suka cita saya menghabiskan malam di tanggal cantik!

Bermula dari keikutsertaan saya pada sebuah kuis di Twitter yang diadakan oleh @scriptozoid, tak lain adalah tim publisis novel Pulang. Pertanyaannya mudah saja, yakni menyebutkan tiga peristiwa yang melatarbelakangi cerita Pulang. Jujur saja, saya belum menyimak twit-twit @scriptozoid tentang #PulangLSC. Tapi, karena pengin saja hadir di acara peluncuran novel apapun itu, saya pun men-googling jawabannya. Berusaha sekilat mungkin, saya akhirnya bisa menjawab pertanyaan itu dengan mengirim tiga twit berisi jawaban. Lalu, saya tinggal tunggu pengumuman pada hari itu juga. Dan, ya, saya menang! Saya berhak mendapatkan undangan acara peluncuran dan satu eksemplar novel Pulang. Padahal, sebelum kuis itu diumumkan, penyelenggara tidak menyebut novel sebagai hadiahnya, lho. Hihihi... Lucky me! Ngarepnya sih diundang, aja... Eh, dapat novel juga! Walaupun saya sempat ngetwit @scriptozoid minta kalau pemenangnya juga ditambah hadiah novel. Hehehe...

Saya tahu Leila S Chudori dari karyanya sebelum Pulang, yaitu 9 dari Nadira. Katanya, karya 9 dari Nadira itu berupa kumpulan cerpen, tapi punya benang merah yang sama. Kalau menurut saya, ya... sama saja dengan satu novel, karena sembilan cerita itu saling berhubungan. Apapun lah ya... saya, sih, suka dengan karya Bu Leila tersebut. Makanya, ketika tahu beliau akan meluncurkan novel, saya jadi pengin datang ke acara beliau. Menurut undangan, acaranya dimulai jam tujuh malam. Saya sempat Maghrib berjamaah di Masjid Cut Meutia sebelum menginjakkan kaki di tempat acara, Goethe Institut Jakarta. Selesai shalat, saya pun keluar dari masjid dan berjalan kaki ke Goethe. Tiba di sana sekitar jam setengah tujuh.


Malam itu, kali pertama saya berkunjung ke pusat kebudayaan dan bahasa Jerman itu. Untunglah, di depan gedung, sudah tampak karangan bunga yang mengucapkan selamat atas peluncuran novel Pulang. Nah, di sanalah tepatnya pintu masuk ke tempat acara. Saya yang seharusnya datang dengan undangan yang masih di tangan @scriptozoid langsung masuk saja ke bagian penerimaan tamu. Ternyata, dengan pesan lisan saja, saya dipersilakan masuk dan diberi satu goodiebag. Lumayan! Hahaha... Etapi, sampai di sana, saya berdiri saja celingak-celinguk cari orang dan pura-pura asyik melihat-lihat galeri lukisan. Padahal, di Twitter, saya sudah hampir panik menunggu balasan mention dari @scriptozoid. Hampir setengah jam saya asyik sendiri, hingga akhirnya saya bertemu seorang teman maya.

ngebongkar isi goodiebag di rumah

Dia @jemarimenari yang membalas ocehan saya di Twitter tentang bertemu beberapa orang yang saya kenal tapi mereka tak kenal saya. Oh, jadi, ternyata, salah satu orang yang saya kenal dengan ragu-ragu itu adalah @jemarimenari. Thanks God then, akhirnya ada teman bicara. Well, tentang beberapa orang yang saya kenal itu memang orang-orang yang tak asing lagi di jagad publik tanah air. Misalnya, Ulil sang bos besar Jaringan Islam Liberal. Mungkin hanya masyarakat Twitter yang cukup mengenal beliau. Kalau saya, sih, sudah tahu banget, pas lihat dia selisih jalan sama saya. Dalam hati, saya teriak, "Weits! ULIL!" lalu tertawa juga dalam hati. Bagaimana nggak kenal, saya kan anti-JIL. Hehehe...

Dalam ruangan tersebut, akhirnya saya menemui beberapa orang terkenal lainnya. Ada Slamet Rahardjo, Joko Anwar, Richard Oh, laluuu.... REZA RAHADIAN! Hahaha... Sumpah ganteng gilaaa! Pengin banget foto bareng dia, tapi dia mondar-mandir dan tiap bentar ada saja yang ngomong sama dia atau wawancarain dia. Ya sudah, saya sabar dulu, deh! Sementara curi-curi pandang ke Reza, saya juga bertanya pada @jemarimenari manakah sosok penulis itu. Saya memang tidak begitu tahu dan jelas dengan sosok Leila S Chudori. Ternyata beliau sosok seorang Ibu. Jadi, tak salah, toh, kalau di Twitter saya memanggil beliau dengan Ibu?! Hehehe.. Beberapa saat sebelum acara benar-benar dimulai--telah lewat jam tujuh--twit saya akhirnya dibalas oleh @scriptozoid, kami pun bertemu. Dia memberikan saya undangan yang seharusnya di tangan saya sebelum datang ke acara dan satu eksemplar novel Pulang, masih baru, masih diplastik. Yeah! Senangnya!

Novel Pulang fresh from the oven!

Entah pada jam berapa, saya tak lagi mempedulikan waktu, para undangan dipersilakan masuk ke dalam ruang teater/pertunjukan (nggak tahu nama resminya apa). Saya dan @jemarimenari duduk di barisan kedua bagian atas. Dan saya pun tak menyangka, lagi saya bertemu dengan Bapak Ulil. Beliau duduk tepat di depan saya, paling pinggir. Jodoh bener, yak?! Hehehe... Acara dibuka dengan sambutan oleh MC. Tak lama, acara utama pun dimulai--dramatic reading cuplikan novel Pulang. Aktor yang pertama naik ke atas panggung adalah Sitok Srengenge. Ajaib sekali, ya, aktor itu bisa menghafal lembaran naskah! Dan, keren, deh, suara Sitok itu! Ngebass gimanaaa gitu?! Sangat aktor teater sekali! (Kayak ngerti aja gue?!!)

Hanya Sitok Srengenge yang membaca cuplikan novel tanpa naskah. Tapi hanya di bagian pembukaan. Selebihnya, Sitok mengandalkan naskah bersama dengan Slamet Rahardjo, Raline Shah, Reza Rahadian, Joko Anwar, Ine Febriyanti, dan seorang aktris lain yang tak saya tahu namanya. Namanya saja sudah dramatic reading, jadi mereka tentu tak sekadar membaca naskah. Ada peran yang mereka lakoni. Yang paling saya ingat adalah lakon Dimas Suryo oleh Slamet Rahardjo, Lintang Utara oleh Raline Shah, Segara Alam oleh Reza Rahadian. Mereka sangat menjiwai karakter yang diperankan. Dan tanpa saya membaca novel tersebut, saya merasa mereka telah memerankan tokoh-tokoh yang pantas. Seperti disebutkan oleh penulisnya di akhir acara, bahwa beliau berniat juga untuk memfilmkan cerita ini, maka saya sangat sepakat sekali karakter Segara Alam diperankan oleh Reza Rahadian. Hahaha...

Raline Shah, Joko Anwar, Reza Rahadian

Sebagaimana yang ditwitkan oleh @gm_gm yang juga hadir di acara itu, pembacaan cuplikan naskah terlalu panjang. Iya, sih, mungkin sekitar dua jam itu bisa membosankan segelintir penonton. Buktinya tak sedikit yang keluar duluan dari ruang pertunjukan. Kecuali saya, donk, bertahan demi berharap Segara Alam tampil lagi! Hahaha... Dramatic reading itu ditutup oleh penampilan Ine Febriyanti yang memukau. Setelah itu, tentu saja sambutan oleh penulis naskah, Leila S Chudori, ucapan syukur dan terima kasihnya. Sebelumnya, ditayangkan video testimonial dari rekan-rekan penulis yang mengucapkan selamat atas peluncuran novel dan selamat ulang tahun. Acara utama pun berakhir. Keluar dari ruang pertunjukan, para tamu undangan boleh ngantri untuk book signing.

Mrs. Leila S Chudori

Nah, pada sesi akhir itulah, saya akhirnya berkesempatan berfoto bersama abang ganteng kita, Reza Rahadian. Tanpa malu, saya minta tolong kenalannya @jemarimenari untuk memfoto saya dengan Reza. Si @jemarimenari pulang duluan, sih, padahal dia kan mau juga foto bareng Reza. Hehehe... Pas saya sapa dan minta foto, Reza senyum, sih, tapi langung ngacir gitu setelah foto! Sebel, deh, nggak sempat tukeran nomor handphone! Hahaha... Nggak apa-apa, deh! Hasil fotonya yang penting Reza yang mepet ke gue bukan gue yang mepetin dia! Hahaha...

Saya dan pacar baru! 

Dan, ya, berakhir sudah tanggal cantik yang saya persembahkan untuk menghadiri peluncuran novel Pulang. Terima kasih @leilaschudori, @scriptozoid dan Reza Rahadian! You made my day! Hehehe... And, good luck for you guys! Gonna read this novel and write its review.

No comments:

Post a Comment