Wednesday, December 19, 2012

#postcardfiction: Suka Cita dalam Ketiadaan

http://bit.ly/TYYHfp

“Aku tak percaya Sinterklas!”

But, you should, honey!”

“Tapi, Sinterklas tak pernah mengabulkan permohonanku, Mom!”

“Tak pernah? Masa?! Bukannya tahun lalu kamu mendapatkan kado istimewa?! A skateboard for a seven years boy?!” ucap perempuan baya itu mengingatkan anaknya. Suaranya tetap lembut. Ia tersenyum. Tapi, siapa yang menyangka, hatinya pilu serasa luka ditabur garam.

Adrian, bocah lelaki dengan mata cemerlang, duduk dengan kepala tertunduk di meja makan. Nath mengecup ubun-ubun Adrian. Ia tahu, permohonan Adrian yang tak terkabul itu persis sekali dengan apa yang diharapkannya. Ia hanya tak boleh mengecilkan hati Adrian. Natal tinggal beberapa hari lagi. Semua orang sedang bersuka cita. Tak terkecuali Adrian dan dirinya.

***

Adrian menangis. Nath langsung memeluk Adrian yang telah membaca isi surat itu. Surat yang ia keruk dari dalam kaus kakinya.

Dear Adrian,

Selamat Natal, bocah baik! Kau masih percaya pada Sinterklas, kan?! Aku kembali malam ini seperti tahun-tahun sebelumnya. Aku ada, sayangku... Kau tak perlu ragukan itu. 

Aku tahu aku tak bisa mengabulkan permohonanmu itu. Malam Natal memang malam perayaan suka cita. Kau ingin ayahmu berada bersamamu. Tapi, aku tak bisa merenggut ayahmu dari orang-orang yang membutuhkannya, Adrian pintar...

Rayakanlah ketiadaan ayah dengan suka cita. Ayahmu tahu kau adalah bocah lelaki terkuat yang sanggup melepaskan ayah ke luar dari rumah pada malam Natal. 

Bersukacitalah, Adrian! Tiap detik begitu berharga. Ayah mencintaimu. Apa lagi yang kurang?! 

Peluk hangat, 
Sinterklaas

PS: kotak berbungkus hijau di bawah pohon Natal itu untukmu, sayang... ;)

“Kamu mengerti pesan Sinterklas ini, sayang?” tanya Nath. Jemarinya menyapu air mata di pipi Adrian. Adrian mengangguk. Ia pun tersenyum. Ia tergopoh berlari ke pohon Natal. Senyumnya merekah makin lebar begitu tahu isi kadonya. Satu set Playstation keluaran terbaru.

***

Di langit, ayah Adrian tersenyum puas. Ia menarik kekang kereta dengan semangat. Masih banyak kado yang harus ia antar.

©Vira Cla, 19122012

Diikutsertakan dalam lomba @kampungfiksi dengan tema Celebration of Life

10 comments: