Thursday, August 30, 2012

Hasil Lomba Novel Romance Qanita Mizan 2012

Akhirnya, penantian saya berakhir untuk yang satu ini. Penerbit Mizan telah mengumumkan 20 besar naskah terbaik. Pengumuman ini sebenarnya datang tiba-tiba. Seharusnya, penantian saya ini akan lebih lama hingga tanggal 10 September nanti untuk mengetahui 10 naskah terbaik. Tapi, justru, dengan begini jadi lebih baik. Saya jadi tidak lama menunggu, ya, kan?!

Saat santai lihat-lihat timeline Facebook malam ini, saya cukup terenyak melihat link yang mengarahkan pengumuman 20 terbaik Romance Mizan. Mendadak jantung saya deg-degan. Bahkan saya hampir tak berani untuk mengklik link tersebut. Rasa pengharapan saya masih cukup besar untuk lomba Romance itu, setidaknya 10 besar lolos. Tapi saya siapkan diri saya bahwa hasilnya pun bisa jadi gagal. Saya rendahkan rasa pengharapan saya, lalu saya buka link itu. Dan...tarrraaa!!!

Tuesday, August 21, 2012

Catatan (Bukan) Personal Seorang Pemimpi

Sebenarnya saya cukup malas menuliskan hal-hal yang terlalu personal di blog ini. Tapi, kalau blog ini melulu menampilkan kisah perjalanan kepenulisan saya, bisa jadi blog ini malah membosankan--bukan buat siapa-siapa tapi bagi saya sendiri. Toh, penikmat pertama blog ini tentu adalah saya--yang asyik sendiri mempublikasikan kisah ataupun cerita yang menurut saya cukup menarik. Hahaha... Semacam "masturbasi"??!


Blog ini meliputi tema apa saja terkait kehidupan yang saya jalani. Coba intip blogpost yang sudah agak lama, masih terdapat tulisan-tulisan saya yang mungkin sangat personal yang tak perlu harus dibagi ke situs publik ini. Hanya belakangan saja, saya mulai mengolah setiap kisah yang ingin saya ceritakan di blog ini. Apakah perlu atau tidak? Jika kisah itu memang perlu dituliskan, apakah harus di media ini atau tidak? Karena tak selamanya kisah yang saya alami, pemikiran-pemikiran yang bergulat dalam otak saya, dan segala macam perasaan yang mengoyak hati saya, perlu saya bagi di ruang publik. Terkadang, beberapa hal tersebut merupakan aib pribadi saya yang harus saya jaga, harus saya tutupi. Setidaknya, itulah hal utama yang saya petik menurut ajaran keyakinan saya. Suatu masalah bisa jadi suatu aib yang tak pantas diumbar. Jadi, sejak mendapat pemikiran demikian, memang tak semua hal saya tulis di sini--blog ini.

Friday, August 10, 2012

State of Waiting

Menunggu perlu kesabaran. Kalau begitu saya akan sabar. 

Saya memang dalam fase menunggu di dunia kepenulisan. Saya penulis pemula, muda, junior, atau sebut apa saja namanya. Tak ada penerbit yang menunggu saya. Tapi saya yang menunggu mereka.

Bermula dari semacam "ajang pencarian bakat" Penerbit Bukune di akhir Mei lalu. Saya terpilih menjadi salah satu peserta workshop kepenulisan yang diadakan penerbit tersebut. Berkatnya, saya giat menyelesaikan sebuah naskah novel--dengan iming-iming jalan lebih mudah menembus meja redaksi. Dalam masa penulisan naskah itu, saya sempat mengirim SMS pada editor yang menjadi tutor saya saat workshop. Saya bertanya apakah kesempatan saya mengirim naskah padanya masih terbuka--berhubung saat itu hampir akhir Juni dan naskah saya belum selesai. Well, tidak ada balasan. Namun, saya tetap bersemangat menyelesaikan naskah karena saat itu pun ada peluang lain berupa lomba novel yang diadakan Penerbit Mizan. Di antara keraguan saat itu--100% berharap pada Bukune atau juga mencoba ajang lomba--akhirnya saya memutuskan untuk berharap pada semua kesempatan yang terbuka lebar.

Kenapa hal itu bisa terjadi? Insecurity of young writer--saya rasa itulah yang sedang saya alami. Tidak adanya jaminan bahwa karya saya pasti diterima. Saya mencari setiap pintu peluang yang terbuka. Saya mencoba masuk melewati pintu itu. Kini saya sudah masuk dan sedang berada di ruang tunggu--menunggu eksekusi.