Tuesday, July 24, 2012

Klasik

Cerita bagus yang akhirnya meng"klasik" itu tak melulu soal romansa sepasang kekasih. Cerita bagus itu diangkat dari realita sosial zamannya; dan menjadi perenungan yang mendalam. 

Cerita bagus yang akhirnya meng"klasik" juga tak mesti berakhir bahagia, kadang ia membikin miris pembaca bahkan menyisakan tanda tanya yang selalu menghadirkan jawaban-jawaban baru setiap kali selesai membacanya. 

Cerita bagus yang akhirnya meng"klasik" itu bukan kumpulan kalimat-kalimat puitis yang mendayu-dayu, bisa jadi hanya rangkaian kalimat yang menggambarkan apa adanya pikiran, perasaan, dan kehidupan itu sendiri... apa adanya. 


Itulah yang saya temui dalam buku Fiksi Lotus--kumpulan cerita klasik dunia yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. 

Bisakah kita tulis satu cerita pendek yang kelak juga meng"klasik"?

No comments:

Post a Comment