Thursday, June 28, 2012

Orgasmic Feeling at The End Line

28 Mei 2012. Saya mulai menulis bab pertama. Menurut catatan perjalanan menulis saya di Tumblr, saya berhasil menulis 6 halaman spasi satu. 

Sejak saat itu, saya terus menulis. Hampir tiap malam sebelum tidur saya sempatkan menyalakan laptop saya dan bergumul bersama cerita itu. 

28 Juni 2012. Saya berhasil menuliskan kata "The End" di akhir cerita saya. Secara spontan, keluar teriakan 'aaahhh' dari mulut saya. So I said that it's just like an orgasmic feeling. Pergulatan saya dalam melanjutkan jalan hidup para karakter akhirnya membuahkan hasil. Satu naskah mentah di titik 88 halaman atau 38.555 kata.  


Saya sudah lama tahu bahwa konsistensi dan kesabaran sangat diperlukan dalam menulis novel. Tapi, baru sebulan ini saya mempraktikkannya. Inilah outline pertama dari sekian outline-outline dalam brankas file saya yang menjelma sebuah naskah novel. Saya merasa punya tanggung jawab untuk menyelesaikan outline novel terpilih #NulisBarengBukune ini. Tapi, kemudian, perlahan saya jatuh cinta pada cerita saya. Saya terikat dengan karakter-karakter saya. Kami harus berpadu menyelesaikannya. Setiap hari tidak pernah tidak ada mereka. Oh, ya, pernah satu malam saya tidak menulis satu kata pun. Saya hanya memelototi layar laptop. Blank! Ah, itu pun karena perihal lain yang tak ada hubungannya dengan cerita saya. 

Berikut cuplikan tweets saya (11 Juni 2012) tentang naskah ini yang mungkin jadi alasan saya bisa menyelesaikannya.
  • Naskah yg sedang saya tulis ini, sangat menguras perhatian saya. Beberapa kali saya coba menulis novel, hanya satu ini yg ada chemistry-nya.
  • Saya yakin naskah ini insyaAllah akan menemui akhir cerita. Karakter-karakter dalam cerita saya seakan-akan menjanjikan itu pada saya.
  • Karena saya sepertinya tdk mengalami writer's block utk naskah ini. Tiap hari selama dua minggu ini, saya nulis terus. The story grows..
  • Ketika saya merasa buntu, ada saja bisikan yg menyarankan tulis ttg ini, tulis ttg itu. Tokoh2 saya membantu. Saya tak sangka 2 mggu 8 bab.
  • Ceritanya memang sederhana. Saya rasa itu juga memudahkan saya dalam menulis. Entahlah.. Semesta seakan berkonspirasi membantu saya.
  • Saya yakin, dengan membiasakan tiap hari menyediakan waktu menulis, tokoh-tokoh itu mendekat pada penulisnya. It helps a lot.
Draft pertama berhasil saya rampungkan. Tapi perjalanan belum selesai sampai di sini. Saya perlu revisi dan edit. Lalu saya kirimkan pada pembaca pertama saya. Saya sudah memilih beberapa teman yang akan mengkritisi saya. Lalu, revisi dan edit lagi. Setelah itu, baru saya tentukan nasib naskah ini--dibiarkan di dalam brankas file atau dikirim entah ke mana. Naskah ini tak hanya milik saya, tapi ia juga milik para tokoh di dalam cerita. Karena itulah, saya serahkan pada naskah untuk memilih jalannya sendiri. Saya hanya menunggu bisikan. 


Saya merasa lega. Terima kasih karakter-karakterku. *grouphug* I can feel you all around me. Smiling :)


No comments:

Post a Comment