Wednesday, April 4, 2012

Review: Winter Dreams - Maggie Tiojakin


cover

Awal saya tertarik membeli buku ini adalah karena nama penulisnya yang tak asing lagi bagi saya—Maggie Tiojakin—karena blog Fiksi Lotus-nya yang menyajikan cerpen klasik dunia. Saya follow akun twitternya, saya tahu bibliografinya, latar belakangnya, dan barulah ketika novel perdananya terbit (sebelumnya Maggie menulis kumcer saja) saya sangat antusias untuk membacanya.

Buku ini terasa mengalir ceritanya, tak ada metafor-metafor yang tak penting (yang menurut orang-orang begitulah sastra dengan metafor rumit berbelit), tak tampak konflik yang begitu mengguncang, semuanya tenang tapi menghanyutkan. Saya rasa ini karena kedalaman ceritanya atau karakter tokohnya sendiri yang memang tampak biasa tapi punya daya tarik yang memikat saya untuk terus menyimak perjalanan hidupnya.


Ya, cerita ini merupakan kisah perjalanan seorang pemuda Jakarta yg bermigrasi ke Amerika (dari legal menjadi ilegal). Nicky F.Rompa hanya pemuda biasa (tapi sebenarnya punya sisi yang tak biasa), baru lulus SMA, sempat kuliah di Jakarta, mengalami perceraian orangtua, tinggal bersama ayah kandung yang kurang ajar. Anak tetangga depan rumahnya, Reno, beberapa tahun lebih tua, jadi teman dekatnya. Bercerita tentang apa saja, tentu juga tentang perempuan. Perjalanan Nicky di Amerika terkait dgn petualangan wanita kiranya dipengaruhi oleh pemikiran dari Reno. Dari Polina, Esme, hingga Natalie (ternyata...)

Kehidupan Nicky sebagai warga ilegal di tanah impian Amerika juga menarik. Bagaimana dia bekerja sebagai penjaga toko, sopir limousine, hingga bekerja di surat kabar dari karir paling bawah—mailman. Dan di waktu senggang ia mengambil kursus menulis kreatif. Di bagian ini, Maggie menyisipkan pelajaran menulis yang ia kuasai. Jadi, saya sendiri (yang juga belajar menulis) sangat menikmati buku ini dari kisah perjalanan Nicky dan secuil pelajaran menulisnya, hehehe..

Tagline dari judul buku Winter Dreams ini adalah Perjalanan Semusim Ilusi. Bukan 3 bulan, bukan 6 bulan, tapi sepanjang Nicky masih tak menentu dengan apa yang sesungguhnya ia cari dalam hidupnya.

Tagline itu tampak makin berkesan dengan final sentence yang inspiratif:

“Now follow your gut and try to keep up with the game.” Aku meluncur ke tengah lapangan.

Nice story, Maggie! Well done!

2 comments:

  1. hai vira, salam blogwalking! hehehe nice baca reviewnya, gw juga nge-review winter dreams, cekidot yaa :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Meli, salam blogwalking! Thank ya udah nyasar ke sini. I'll go to ur blog soon ;)

      Delete