Tuesday, March 27, 2012

Kenaikan Harga BBM


Kenaikan BBM? Saya dukung, deh, apapun latar belakang pemerintah (semoga memang demi rakyat, ye!) menaikkan harga BBM, dengan pertimbangan saya sbb:
1. Supaya hemat energi! Alias tidak boros! Kalau tak mau harga BBM naik, bikin murah sekalian! Biar habis semua minyak bumi! Efek pembakarannya yang merusak lingkungan pun berkurang, ya, toh? Beralih ke sumber energi terbaharukan.
2. Orang Indonesia kaya, kok! Banyak dari mereka yang mampu beli rokok yang cuma habis dibakar untuk merusak kesehatan mereka. Jadi, kenapa panik kalau BBM naik jadi 6000 IDR/liter sedangkan rokok 2xharga BBM/bungkus?!


Eits, tapi tunggu dulu! Ada tapi-nya, nih! Coba kita buka pikiran lebih lebar lagi. Kalau BBM naik, beginilah jadinya…


Pertama, harga-harga bahan pokok lain tentu akan naik! Ibu-ibu rumah tangga makin menjerit. Tak lain karena meningkatnya biaya transportasi pengangkut komoditas-komoditas tersebut. Kalangan menengah ke bawah yang mengandalkan transportasi umum pun ikut histeris, tarif angkutan umum pasti pula naik. Intinya, BBM itu penggerak perekonomian, jadi kalau BBM naik semua barang dan jasa juga pasti naik! Tapi, apakah UMR atau gaji buruh/pekerja/karyawan/pegawai juga akan naik??? Kalau naik, sebenarnya tak masalah, ya, toh?!

Kedua, subsidi BBM itu akan disalurkan menjadi BLT/BLSM alias uang tunai yg jumlahnya tak seberapa (150.000 IDR—CMIIW), diberikan tiap bulan selama 9 bulan pasca kenaikan harga BBM, kepada masyarakat miskin. Lho? Jadi, pemerintah lebih suka memberi ikan daripada menyediakan kail? Katanya, BBM bersubsidi sesungguhnya hanya dirasakan oleh kelas menengah ke atas! Ah, masa?! Bagaimana dengan gambaran pertama yg saya jabarkan tadi? Angkutan umum, bahan-bahan pokok, dsb, apa bukan untuk kelas menengah ke bawah juga? Dampak berantai dari kenaikan BBM itu ya buat semua kalangan, kaya miskin, semua kena. BLT/BLSM ini cuma kebijakan populer yang tidak ada untungnya! Cuma 9 bulan ini! Setelah itu?! Apakah masyarakat miskin menjadi kaya setelah 9 bulan? Bukan subsidi macam ini yang mereka butuhkan! Jaminkan mereka pendidikan gratis, pelayanan kesehatan gratis, perumahan layak, lapangan pekerjaan, pembinaan kewirausahaan, dsb dari subsidi yg dipotong dari BBM tersebut! Maka saya rela BBM naik. Lagian, logika pemerintah ini ke mana sih? Subsidi BBM ditarik untuk BLT/BLSM, ujungnya tetap saja defisit APBN, donk?! Subsidi yang mesti ditarik itu harusnya subsidi buat para pejabat! Mobil dinas (mewah pula!) sudah dipinjamkan, eh, bensinnya Pertamax juga dibayarin! Haduh!!! BBM naik, subsidi ditarik untuk kepentingan rakyat, sekali lagi, saya rela bahkan bila naik 2 atau 3 atau berapa kali pun!

Ketiga, masyarakat daerah tak akan ambil pusing. Buktinya, baru wacana mau naik saja, daerah A menyatakan harga BBM sudah biasa mereka beli dengan harga lebih tinggi, masyarakat kota/jawa/pusat tak usah lebay/panik dengan kenaikan harga BBM. Minyak dari daerah mereka, eh, mereka menikmatinya malah dengan harga yang lebih mahal. Tapi, kalau BBM naik, ya harga jual BBM di daerah mereka tentu akan naik juga! Mau makin mahal beli BBM-nya? Lagi pula, ketidaksamaan harga BBM di seluruh wilayah nusantara ini tentu sesuatu yang mestinya diperhatikan oleh pemerintah atau para pendemo sekarang yang menolak kenaikan BBM. Sampaikan donk kepada para pemegang kekuasaan sana, kenapa hal ini bisa terjadi?! Kenapa daerah tertinggal justru makin ditinggalkan?! Silakan BBM naik, asal harga BBM tersebut sama di seluruh pelosok Indonesia! Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia!

Jadi, BBM naik atau tidak, tak akan jadi masalah bila carut-marut yang sudah kronik di negeri ini bisa diatasi oleh pemerintah yang kini dipimpin Jenderal SBY. Rakyat tak butuh kaya raya, yang penting sejahtera! Tapi, rakyat tentu mau kaya, jadi tolong, donk, Jenderal! Jangan sengsarakan rakyat apapun kebijakan yang engkau ambil! 

Lihatlah mafia pajak!
Lihatlah koruptor!
Lihatlah maling rakyat di kursi dewan!
Mereka kaya raya di atas penderitaan rakyat!
BBM naik atau tidak, rakyat cuma minta kebijakan-kebijakan yang benar-benar memihak mereka, bukan sekadar ilusi yang menyembunyikan tangan-tangan kotor penguasa.


PS: Ini hanya racauan hasil cara pikir saya. Hanya berdasar pada pemberitaan di media massa dan hati nurani saya.

Tambahan bacaan menarik dari Kwik Kian Gie, mungkin akan membuka wawasan anda apakah perlu tidaknya harga BBM naik: http://kwikkiangie.com/v1/2012/03/kontroversi-kenaikan-harga-bbm/

6 comments:

  1. hahaha...terima kasih sudi mampir kalau begitu.. :)

    ReplyDelete
  2. Cara tutur, argumentasi dan materi yang Vira Cla tulis, saya sukai.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih. Semoga dibaca pemerintah. Hehehe..

      Delete