Saturday, January 14, 2012

Menjelang Pernikahan

Dear My Bestgal Icha,

Cha, beberapa hari yang lalu, elo nelepon gue di tengah hari saat gue lagi santai di kamar. Ngeliat nama lo di layar hp gue, rasanya biasa saja, walau lo jarang-jarang nelepon gue. Iya, biasa saja! Sumpah! Hehehe... Ini kali kedua lo nelepon gue semenjak lo mengumumkan akan segera menikah ke gue via sms. Saat baca sms lo waktu itu, gue senang, tapi sedih juga, ternyata gue dilangkahin! Uh.. gue kan juga mau! Hehehe... Trus, gue minta lo nelepon gue segera, minta diceritakan kronologis rencana pernikahan lo itu. Namun, tak segera kau lakukan! Kau berdalih dengan segala macam alasan! Benci! Hihihi... Bagaimanapun, ternyata gue tetap setia menunggu telepon dari lo, Cha. Sampai akhirnya, entah berapa minggu kemudian...

Kita lama bercerita, eh, maksudnya elo yang bercerita, tentang impian putri manapun di dunia ini. Lo bakal menikah dengan orang yang seringkali lo sebut dalam setiap curhat colongan lo ke gue. Berapa tahun, ya, Cha? Hmm, sepertinya sekitar dua tahun lo menyebut namanya di setiap sesi curhat kita tentang cinta. Gue masih inget gimana tampang manyun lo saat kesel sama dia. Kalian pernah berhubungan jarak jauh. Lo di Bandung, dan dia di Padang. Gue inget betul gimana lo nyuekin gue saat gue jalan-jalan ke Bandung dan nginep di kamar kost lo karena lo mendadak terima telepon dari si pacar. Tapi, tak lama... Setelah itu, lo ngajakin gue ngobrol lagi. Lagi, tentang dia. Berbagi perasaan cinta, sayang, dan kebanyakan kesal, membuat gue merasa berarti di mata lo. Gue sahabat lo, yang pantas menjadi tong sampah lo. Eh? Hahaha... Ya begitulah, gue juga buang sampah ke lo, kan?!


Kali pertama lo nelepon gue, lo nggak ngasih tau gue kalau lo bakal pindah ke daerah lain, mengikuti dinas suami lo kelak. Gue nggak ngerti entah kenapa baru beberapa hari yang lalu lo ngasih tau gue, ketika kali kedua lo nelepon gue. Gue tahu kepindahan lo tahun ini nggak berpengaruh besar buat persahabatan kita. Toh, saat ini pun kita sudah hubungan jarak jauh. (Udah kayak pacaran aja kita?! Hahaha...) Gue di Jakarta, dan lo sudah kembali ke Padang setelah masa studi lo di Bandung berakhir. Sudah berapa tahun ya kita LDR? Hmm, sejak gue pindah ke Jakarta tahun 2005, ya, Cha... Lo masih bertahan di Padang saat itu. Gue akui hubungan kita nggak intens dengan telepon dan sms selama itu. Tapi, gue yakin persahabatan yang kita jalin sejak kita kelas 1 SMP tak akan memudar begitu saja. Setiap saat gue pulang ke Padang, kita selalu bertemu, kan?! Iyalah! Lo pasti kangen banget sama gue! Hahaha...

Beruntung, empat tahun kemudian, lo pun menyusul gue hijrah ke Jawa. Walau beda kota, tapi jarak kita mendekat. Mungkin lo nggak tau, betapa senangnya hati gue saat lo mau kuliah lanjutan di Bandung. Kala waktu gue senggang, gue bisa jalan-jalan ke Bandung, dan yang pasti bakal ada yang menanggung hidup gue di sana. Hehehe... Namun, akhirnya waktu dua tahun cepat berlalu, masa studi lo berakhir. Lo kembali ke kampung kita, Padang. Tapi, maaf, Cha... gue nggak sedih. Ya, buat apa juga sedih?! Hihihi... Toh, sebentar lagi, gue juga akan kembali ke Padang. Kita akan sering jalan bareng di Padang. Gue punya sahabat baik di sana. Gue membayangkan kita akan sering bersama-sama di kota itu. Namun, kenyataannya tak begitu...

Cha, kurang dari sebulan lagi, lo bakal jadi istri orang. Lo akan mengikuti ke mana suami lo pergi. Itu pasti, karena gue yakin lo pasti bakal jadi istri yang solehah. Kota kecil di Sumatera Selatan, jadi tempat dinas suami lo kelak, di sanalah lo akan menetap. Cha, gue bahkan belum kembali ke Padang, gue masih stuck di Jakarta sialan ini! Tapi, lo sudah mau pergi lagi. Ah, Ichaaa...

Cha, sahabatku yang baik hati, berbahagialah! Gue turut berdebar menanti lo melepas masa lajang. Tenang, lo nggak perlu mengingatkan gue lagi untuk datang. InsyaAllah, dengan segala upaya gue akan beli tiket ke Padang, dan hadir di hari akad nikah dan resepsi lo nanti. Gue akan datang membawa cinta gue buat lo! Jadi, kado pernikahan dari gue cinta aja, ya, Cha?! Hahaha...

Cha, walaupun kita masih tinggal berbeda kota dan akan berbeda kota lagi, dipisahkan oleh jarak yang lumayan jauh, hubungan persahabatan kita tak akan merenggang. Selalu ada sms, telepon, bahkan Facebook yang akan tetap mendekatkan kita. (Kenapa lo nggak main twitter, sih, Cha? Uh...) Gue nggak akan lupain lo, Cha... Gue berusaha jadi sahabat terbaik buat lo, sampai gue akhirnya mati masuk tanah. InsyaAllah.

Sampai ketemu di hari pernikahan lo, ya, Cha!


With love,
Vira

2 comments: