Thursday, December 8, 2011

PARIS, JE T'AIME

Paris, je t'aime. Paris, I love you. Paris, aku mencintaimu.

Paris, je t'aime


Entah bagaimana caranya hingga saya begitu mengimpikan Paris. Entah bermula dari mana saya menggilai Paris. Barangkali, diawali dari kakak pertama saya yang pernah membeli buku praktis belajar bahasa Prancis. Ketika itu saya masih sekolah jenjang SMP atau SMA, saya tak terlalu ingat. Tapi saya cukup ingat cerita ibu saya bahwa beliau mengambil kelas bahasa ketika kelas 3 SMA, beliau berkisah pernah belajar bahasa Prancis walau kalau ditanya ibu saya sudah tidak tahu banyak mengeja bahasa tersebut. Katanya, bahasa Prancis itu menyenangkan dengan aksen yang berbelit indah. Saya pun mulai membuka buku praktis bahasa Prancis punya kakak saya itu. Saya tak terlalu cepat belajar bahasa, apalagi otodidak. Akhirnya buku itu hanya sebagai koleksi saja, karena kakak saya itu pun hingga kini tak fasih berbahasa Prancis. 

Kemudian, kakak saya yang lain juga mulai belajar bahasa Prancis, ia khusus mengambil kursus. Sedikit-sedikit saya mendengar ejaan-ejaan Prancis yang rumit ketika ia 'pamer' pada saya. Rumit tapi terdengar sexy. Hmm, entahlah, ketika saya masih SMA apakah saya sudah mengerti arti sexy? Hehehe... Tapi, kakak saya yang ini pun tak bertahan lama dengan kursusnya. Bahasa Prancis yang ia pelajari sebatas pemula dasar. 

Lalu, saya? Jaman sekarang mungkin tak cukup untuk menguasai satu bahasa asing saja. Mungkin karena itu saya akhirnya juga belajar bahasa Prancis di Pusat Kebudayaan Prancis di Salemba, Jakarta. Kenapa Prancis? Ya, mungkin saja pengaruh dari keluarga saya yang entah mengapa juga memilih Prancis. Sekitar 1,5 tahun saya belajar basic bahasa Prancis. Beruntung, saya tak kesulitan dalam pronounciation, sehingga saya sangat menikmati membaca atau berbicara dalam bahasa Prancis tertulis. Saya sadar saya jatuh cinta pada aksennya, tapi sukar sekali bagi saya untuk menguasai tata bahasanya. Terlalu rumit, terlalu banyak hafalan. Begitulah grammar bahasa Prancis. Mungkin karena itu saya tak bertahan lama, walau sebenarnya saat itu saya juga sedang sibuk menyusun skripsi. 


Demikian tentang bahasanya, Prancis. Mungkin dengan mudah bagi saya untuk melanjutkan kisah saya tentang impian saya pada Paris. Apalagi yang saya harapkan selain bisa ke Paris bila saya lancar berbahasa Prancis? Ya, saya ingin ke Paris karena saya telah belajar bahasa Prancis. Alasan yang sederhana, tapi menjadi impian yang besar bagi saya. "Paris, je t'aime" tak lain hanyalah kekaguman saya pada bahasanya. Saya tak begitu terpesona pada menara Eiffel simbol kota yang katanya romantis itu. Di mana lagi kota yang tepat untuk mempraktikkan bahasa Prancis? Ya, ya, saya tahu bahasa Prancis digunakan di banyak negara di belahan dunia ini. Lalu, kenapa mesti di Paris? Saya jawab jujur, saya tidak tahu alasan pastinya.

Hari ini ketika saya mengganti display picture BBM saya dengan foto editing saya sedang melamunkan menara Eiffel sebagai background, seorang kontak BBM mengirim saya pesan. "Demen bener sama Paris," katanya. Saya jawab, "Iya, kota impian." Teman saya itu pun mengomentarinya, "Ya elah, kota impian Mekkah, kek." Saya senang dengan komentarnya, karena saya telah menyiapkan sejak lama untuk komentar seperti itu. 

"Yee, itu sih udah wajib. Gak itungan mimpi. I feel that I have to pursue something which seems possible impossible to reach. And Paris has been chosen."

Tak perlu lagi kan saya jelaskan kenapa saya begitu memimpikan Paris?! Sederhana saja, berawal dari belajar bahasa Prancis lalu keinginan pergi ke Paris mempraktikkan langsung bahasanya. Namun, dari alasan yang sederhana inilah sebuah mimpi tercipta. Mungkinkah saya bisa pergi ke Paris? Dari pertanyaan macam ini yang membuat saya mulai mengulik segala sesuatu yang ada kaitannya dengan Paris atau Prancis. Akhirnya, saya tahu bahwa Paris tak sebatas Eiffel. Banyak hal yang menarik dari Paris. Musee de Louvre, Axe Historique, sejarah seniman-seniman hebat di kota Paris seperti Ernest Hemingway yang mengibaratkan Paris seperti A Moveable Feast, film-film Prancis yang ternyata juga tak kalah dengan film-film Hollywood, tokoh-tokoh filsuf Prancis yang fenomenal, dan Voltaire salah satunya yang cukup menyita perhatian saya, bahkan tentang Islam pun mempesona dari kota Paris ini. Bagaimana tidak pada akhirnya saya begitu mencintai Paris?! Oui, Paris, je t'aime. 

Walaupun sekarang saya belum lancar berbahasa Prancis, mimpi ke Paris itu tetap saya pegang teguh. Saya berasal dari keluarga sederhana. Tak seorang pun dari kami yang gampang untuk bisa ke luar negeri. Jangankan Paris, yang dekat semacam Singapura, Malaysia, atau Australia saja, belum pernah kami cecap, kecuali Mekkah (Alhamdulillah kedua orangtua saya sudah berhaji, makanya bagi saya ini bukan mimpi tapi kewajiban). Paris telah terpilih menjadi mimpi saya, sesuatu yang mungkin tak mungkin dicapai. Setidaknya, bagi saya pribadi, saya punya impian sebagai penambah warna romantika kehidupan saya, saat ini dan nanti. Entah bagaimana caranya saya bisa ke Paris, tapi saya kuatkan hati saya, setidaknya saya masih bisa bermimpi, saya bisa memutuskan apa yang saya inginkan, apa yang menjadi tujuan saya ke depan. Saya pun meyakini bahwa kadang mimpi sebesar apapun bisa menjelma nyata tanpa pernah kita tahu kapan dan bagaimana. I believe that someday my dream will come true. Paris, je t'aime. 


PS: Setelah baca blog saya ini, tonton juga film "Paris, je t'aime" produksi tahun 2006, ada 20 film pendek yang berkisah tentang cinta di kota romantis ini.


La difficulté d’écrire l’anglais m’est extrêmement ennuyeuse. Ah, mon Dieu! Si l’on pouvait toujours écrire cette belle langue de France!

The difficulty of writing English is most tiresome to me. My God! If only we could write this beautiful language of France at all times!

Charles Dickens, Letter to John Foster (July 7th, 1850)


6 comments:

  1. paris enak buat jalan jalan, tapi gak enak buat tinggal :)

    ReplyDelete
  2. @Sis: Klo memang demikian, saya beruntung tinggal di Indonesia, khususnya di Padang... :))

    ReplyDelete
  3. iya, aku juga baru lihat filmnya, setelah lihat film ini, membuat saya benar benar benar benar benar benar bersyukur tinggal di Indonesia !!!
    :)

    ReplyDelete
  4. bonjour vira :)
    salam kenal yaaa...
    aku anna. iseng2 lagi nyari tugas kuliah tentang film paris je t'aime eh nemu blog ini.
    it seems that we have same dream, :)
    j'aimerais aller en france.
    saat ini aku kuliah di jurusan sastra prancis, kalo km ada keinginan untuk belajar bhs prancis mungkin aku bisa bantu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salut, Anna! Merci udah main ke blogku tanpa sengaja.. Hehehe..

      Sip, ada yg mau ngajarin gratuit! :p

      Delete