Monday, November 7, 2011

Email yang Dibalas

Buku "99 Cahaya di Langit Eropa" termasuk salah satu buku terbaik yang saya miliki. Isinya sangat menyentuh saya, terutama ketika membaca epilog, mata saya terus berair a.k.a menangis, baru berhenti ketika kakak saya tiba-tiba masuk ke kamar dan memanggil saya. Hehehe.. Karena itulah, selain menulis reviewnya di blog, saya juga mengirim sebuah email ke penulisnya Hanum Rais tak lama setelah menamatkan buku tersebut. Kebetulan di halaman akhir buku, dicantumkan alamat email kedua penulisnya. Saya mengirim email ke mbak Hanum saja, karena sesama perempuan supaya lebih nyaman, juga sesama kuliah kedokteran gigi walau beda almamater, walau saya belum lulus sedang Hanum sudah lulus. Email yang saya kirim berupa pujian saya tentang buku tersebut, kesan saya membacanya, hingga keingintahuan saya tentang gelar dokter gigi sang penulis. Hanum Rais memang lebih dikenal sebagai jurnalis TV dan penulis buku daripada sebagai dokter gigi. Ia adalah anak dari tokoh politik Amien Rais.

Saya cukup berharap email yang saya kirim itu dibalas oleh mbak Hanum. Beberapa hari saya masih menanti-nanti sampai akhirnya terlupakan. Sampai hari Sabtu yang lalu, kala sore, sebuah email masuk ke perangkat mobile saya. Segera saya cek, tertera nama pengirim dari "Hanum Rais", hati saya langsung berdesir. Ada rasa senang ketika itu. Saya langsung baca cepat saja isinya, benar itu balasan untuk email saya yang saya kirim sekitar 2 minggu sebelumnya. Karena ada urusan mendadak, saya tinggalkan sebentar email tersebut. Terus terang saya belum paham betul isi email dari mbak Hanum itu. Ada keinginan untuk membacanya lagi dengan benar-benar. Nah, berikut ini saya tampilkan screenshot email tersebut.

Email Yang Dibalas

Mencoba merangkum pesan dari email tersebut:
1. Jadilah agen muslim yang baik! Berarti ini sesuai dengan isi buku "99 Cahaya di Langit Eropa". 
2. Belajarlah lebih giat ilmu kedokteran gigi! Karena mbak Hanum ingin belajar sama saya! Haaaaa.... *melongo*
3. Mbak Hanum mendoakan semoga cita-cita saya tercapai! Di antaranya bisa ke Eropa dan jadi penulis! *itu saya disuruh menulis, kan?!* Hehehe.. 
4. Bantu voting! Ya, dengan senang hati, mbak Hanum. Hehehe..

Setelah membaca dan memahami isi email dari mbak Hanum tersebut, saya menyadari masih ada orang-orang hebat yang rendah hati dan tidak membanggakan diri. Orang-orang besar yang tetap down to earth. Setidaknya, seperti mbak Hanum, masih mau membaca isi email saya yang kebanyakan adalah curcol saya (sengaja tidak saya masukkan ke screenshot, hehehe..) Ia juga mau menyediakan waktu sedikit saja untuk membalas email saya. Dan saya percaya, banyak lagi email dari pembaca lainnya yang dibalas oleh mbak Hanum dan suaminya Rangga. Saya jadi teringat email yang pernah saya kirim ke penulis terkenal Ayu Utami. Saya mendapat alamat emailnya dari blog Ayu Utami itu. Saya lupa menulis apa, tapi isinya berkaitan dengan bengkel kepenulisannya saat itu, beberapa tahun yang lalu. Hingga kini, saya tak dapatkan balasan. Entah karena kesibukan atau isi email yang mungkin tak penting bagi Ayu Utami. Tapi, ia tak tahu betapa pentingnya arti balasan emailnya bagi saya. Seperti email yang dibalas oleh seorang Hanum Rais, juga penting artinya bagi saya. Hmm.. Baiklah, berbaik sangka saja. Mungkin alamat emailnya salah, atau sebab kendala teknis lainnya. 

Saat ini, saya juga menanti sebuah balasan email dari seorang penulis beken baru. Baru saya kirim beberapa hari yang lalu. Ya, lihat saja nanti bakal dibalas atau tidak. 

No comments:

Post a Comment