Wednesday, November 2, 2011

10 Cerita 111 Kata Kelahiran Juni 2011

Lebih Indah dari Senja


Ia berjalan anggun di atas panggung, tak jauh beda dengan caranya menyusuri pantai. Beberapa hari yang lalu, aku melihatnya takjub. Keindahannya mengalahkan pesona senja. Tak ada yang bisa mengalihkanku dari pijar matahari terbenam menjelang tenggelam. Namun, kala itu, momen favoritku terlewat sudah karena keindahan hawa yang tak bisa kulupakan hingga kini ia tampil bak ratu tercantik di dunia.
Lewat layar kaca, tanpa sengaja mengganti saluran televisi, aku bertemu ia lagi. Aduhai! Lenggok-lenggok yang tampak begitu alamiah. Begitu perempuan! Dan, hanya ia yang sangat hangat disambut sorak-sorai penonton yang menyaksikannya langsung.
“Cindy, 22 tahun!” teriak MC penuh semangat.
Akhirnya, kuikuti acara itu sampai selesai. Sesuai dengan keyakinanku, selempang Miss Ladyboy 2011 memang hanya untuknya.
@jejakubikel, 3 Juni 2011

Anakku Bukan Anakmu
“Ryan, aku tidak mencintaimu lagi,” kata Sandra.
It’s okay! Aku siap jadi single-father bagi Alya,” balas Ryan tanpa menoleh pada Sandra. “Kamu tak perlu jemput Alya, tak perlu ketemu anakku lagi!” lanjut Ryan.
“Alya juga anakku, Ryan!” protes Sandra. Mukanya memerah. Matanya berkaca-kaca.
“Tidak lagi! Meninggalkanku berarti kamu juga meninggalkan Alya. Kupikir cekcok kita selama ini hanya hal biasa. Ternyata…”
Sandra terisak. Ia tahu ia salah. Pertemuan tanpa sengaja di sekolah Alya setelah berhari-hari perang dingin di rumah telah membuat mereka bicara banyak . Sandra mengakui perselingkuhannya. Janin dalam rahimnya tak akan mempunyai ayah yang sama dengan Alya, anak tiri yang ia rawat sejak bayi, sejak kepergian istri pertama Ryan ke surga.
@jejakubikel, 5 Juni 2011



Gara-gara Bapak!
Toro, 40 tahun, suami dari dua istri. Mencari perempuan belia, siap dijadikan istri muda. Kebutuhan lahir batin selalu dipenuhi.
Tawa sekumpulan remaja di sebuah kantin sekolah membahana, membuat dua remaja perempuan yang sedang menyantap makanannya tertunduk malu.
“Eh, Rosa, Rosi, itu Bapakmu, kan?! Edan! Sudah punya dua, eh, nambah lagi?!” ledek anak lelaki yang lantang membaca isi iklan biro jodoh dalam koran yang sengaja ia bawa dari rumahnya.
“Diam, Eja! Aku tahu siapa bapakmu! Tak usah melawak tentang Bapakku!” Rosa melawan.
“Hooo… Bapak suka poligami aja dibela!” ledekan buat Rosa dan Rosi bertambah.
“Eh, Eja, Bapakmu memang punya istri satu, tapi Bapakmu jajan perempuannya di mana-mana!”
Dengan demikian, heninglah suasana kantin sekolah.
@jejakubikel, 5 Juni 2011

Hadiah dari Tuhan
“Anak-anak, perhatian! Kelas kita kedatangan teman baru. Ayo, nak, perkenalkan dirimu!” pinta ibu guru di dalam kelas itu.
“Pagi, teman-teman, perkenalkan namaku Nana. Aku tinggal di panti asuhan. Sebulan lalu, aku berulang tahun ke-1o, dan kecelakaan orang tuaku adalah hadiah dari Tuhan.”
Terdengar suara riuh anak-anak. Ibu guru lantas meminta Nana duduk di bangku kosong. Saat Nana menempatinya, seorang murid bernama Angel memberinya senyum yang manis. Tak lama, mereka menjadi akrab. Nana sering diajak bermain ke rumah Angel yang mewah. Angel adalah anak tunggal seperti Nana.
Waktu berlalu. Kabar buruk menimpa sekolah mereka. Angel meninggal.
“Tuhan, terima kasih. Sebulan lagi, ulang tahunku. Kau hadiahkan aku orang tua baru.” batin Nana puas.
@jejakubikel, 6 Juni 2011

Mampir di Desa Kenangan
“Mbah, kami sudah siap!” teriak Anto.
“Iya, iya, sebentar. Mbah ambil tempat dulu,” balas seorang kakek tua berpeci kuning yang biasa dipanggil Mbah Tardjo.
Ia duduk bersandar pada pohon rindang. Beberapa anak kecil duduk berhadapan dengan Mbah Tardjo. Ini kedua kalinya mereka berkumpul, duduk di hamparan rumput. Mbah Tardjo kemudian memulai kisahnya, tentang perang gerilya melawan penjajah yang dilewatinya di desa itu.  Anak-anak mendengar Mbah Tardjo dengan takjub. Mbah Tardjo bercerita dengan dramatis tentang masa lalunya di desa penuh kenangan.
**
Malam saat Anto mengerjakan tugas sekolah, ibunya bicara tentang Mbah Tardjo.
“Mbah Tardjo dari desa seberang meninggal tadi sore setelah koma dua hari. Besok kamu mau ikut melayat sama ibu, Nak?”
@jejakubikel, 7 Juni 2011

Demi Apa?!
“Eh, kamu siapa?” Adam hampir saja mengarahkan selang air ke Adinda, gadis manis yang menegurnya galak itu. Adinda baru saja bangun pagi, langsung ke teras belakang membawa sarapan.
“Maaf, non. Saya tukang kebun baru.”
“Yang lama mana?” tanya Adinda makin galak, walau diam-diam ia mengagumi ketampanan tukang kebunnya yang masih muda itu.
“Lagi sakit, sementara itu saya yang gantikan memangkas rumput dan mengurus kebun nyonya,” jawab Adam berusaha setenang mungkin.
“Kamu nggak sekolah?” tanya Adinda, sekarang ia pura-pura galak.
“Nggak, non. Baru lulus SMA.” Gila nih cewek galak amat! Adam membatin.
Diam-diam Adinda berpikir keras. Ia berencana menunda liburannya ke Paris. Demi tukang kebun tampan yang bisa ia lihat tiap pagi.
@jejakubikel, 7 Juni 2011

Mantan Pelacur
Lydia meminum segelas wine sekali teguk. Bar miliknya sudah sepi menjelang subuh itu. Di depannya, seorang gadis meronta minta pulang. Kedua tangannya dipegang oleh dua lelaki kekar supaya ia tak bisa melarikan diri.
“Bu, tolong saya! Saya nggak mau jadi pelacur! Saya dijebak, Bu!” pinta gadis itu memelas. Air matanya mengalir deras.
“Kamu bisa mengganti uang saya? Saya sudah beli kamu dengan harga tinggi!” balas Lydia. Si gadis menggeleng, terisak. “Perawan akan dihargai sangat mahal. Tapi, setelah itu kamu tetap bisa laku. Kamu cantik.” Lydia menambahkan.
“Saya cuma dari desa, Bu!” Gadis itu mulai putus asa.
Lydia membatin, saya dulu juga dari desa. Lydia terkenang kejadian 30 tahun silam yang menimpanya.
@jejakubikel, 7 Juni 2011

Nasib Jadi Janda
“Aku emoh kawin lagi!” tukas Ratna.
“Kamu masih muda, Rat.” Dian, kakak perempuan Ratna, mencoba menjelaskan. “Apa salahnya kamu terima lamaran Dimas? Jarang-jarang perjaka mau sama janda!”
“Tapi, Dimas yang bikin aku jadi janda begini! Lagian, aku juga baru bercerai dari mas Surya.”
“Harusnya kamu berterima kasih sama Dimas! Udah buka mata kami, kamu aja yang ndak bisa terima kenyataan, Rat.”
Ratna tahu Dimas mencintainya sejak dulu, sebelum ia menikah dengan Surya, hingga kini. Dimas membongkar rahasia Surya. Surya menipu Ratna, mengaku masih bujangan. Istri pertama Surya memaksa Surya menceraikan Ratna, walau Ratna sudah rela jadi istri kedua. Tapi, memang nasib, Ratna terpaksa jadi janda di usia yang belum kepala dua.
@jejakubikel, 8 Juni 2011

Dendam Siluman
Seorang jalang berteriak panjang, mengundang orang-orang segera datang. Teriakan itu bahkan belum berhenti ketika mereka sudah menghampiri si jalang yang hanya berbikini.
Salvador segera bertanya. Si jalang berpagut pada Salvador. Lelaki lain di belakangnya celingak-celinguk mencari yang janggal. “Ada ular di balik lemari itu, Salvador!” demikian kata si jalang dengan suara manja dan gemulai yang dibuat-buat.
Salvador pun mengeluarkan pistol genggam dari balik celananya. Namun, si jalang itu tetap belum beranjak dari dekapan Salvador. Ah, si jalang itu sedang berbikini, jelas saja Salvador sulit melepasnya.
Cukup! Aku akan memagutmu, jalang! Perselingkuhan ini harus kuakhiri!
Dengan sigap aku meliuk ke arah si jalang. Bisaku telah mengalir dalam darahnya. Sesaat lagi, ia mati!
@jejakubikel, 17 Juni 2011

Kodrat
“Silakan duduk! Keluhannya apa?”
“Hmm… anu. Eh, malu, dok!”
“Nggak usah malu. Sama dokter, keluhan pasien menjadi rahasia.”
“Iya… Ee, duh!”
“Kalau begitu, langsung saya periksa saja, ya?!”
“Tunggu, dok!”
“Mau bicara atau langsung buka mulut?”
“Buku mulut, deh, dok. Aaaaa…”
“Tidak ada lubang! Kamu pasti rajin sikat gigi, ya?! Bagus!”
“Iya, dok, nggak ada lubang. Tapi, bukan itu keluhannya.”
“Lantas apa?”
Ini dokter goblok apa? Nggak bisa lihat kekurangan gue?
“Bilang aja! Nggak usah malu!”
“Ini, dok! Saya mau pasang kawat! Gigi saya maju, jarang-jarang lagi!”
“Dasar kamu! Nggak terima kodrat! Tiger fish dari oroknya gitu! Ya udah, deh, terserah kamu. Sediakan saja biayanya 10 juta.”
“Hah? Nggak jadi, dok! Kabuuuur!!!”
@jejakubikel, 18 Juni 2011



PS: Sepuluh cerita mini di atas adalah karya yang ditulis sesuai tema yang diberikan oleh moderator Jejakubikel.com. Sila mampir ke web tersebut untuk mengetahui temanya, atau coba tebak sendiri temanya dari cerita yang saya tulis. ;)

No comments:

Post a Comment