Wednesday, October 26, 2011

Selamat untuk Hidup yang belum Berakhir!


25 menit lagi, malam akan berganti menjadi dini hari. 
Selama menanti pergantian waktu itu, aku hanya akan di kamar ini. Dalam remang lampu tidur dan binar kotak ajaib depan kasur, aku termangu menatap jarum detik yang terus bergerak.
Bagaimana mungkin secepat ini? Padahal aku belum menjadi wujud dalam mimpi. 
Ah, ya! Waktu tak lagi berjalan. Ia tak pula berlari pelan. Waktu kini punya sayap, ia bisa terbang. Sedang aku, yang pernah lesat dengan kepak tiada henti, kini terperosok sudah. Mencoba bangkit. Jatuh bangun hingga ditinggal waktu yang tak mau menunggu. 

Tik tik tik tik tik…
Bunyi yang mengesalkan!
25 detik lagi, usiaku akan bertambah satu.
24 detik lagi, jatah waktuku juga berkurang satu.
23 detik lagi, kumasih menghitung waktu.
22 detik lagi, mimpiku masih mengantri.
21 detik lagi, aku terus bermimpi.
20 detik lagi, bukan aku yang baru.
19 detik lagi, hanya hari yang baru.
18 detik lagi, 17 detik lagi, 16 detik lagi, 15 detik lagi, kuteruskan mengeja detik-detik.
3, 2, 1.. 
Hari yang baru. Dini hari pukul 00.01. Usiaku berganti angka. Dan aku masih orang yang sama, belum menjadi wujud dalam mimpi. Walau begitu, kupantaskan untuk terima ucapan selamat.
Selamat! Satu tahun terlewati tanpa sia-sia. Seluruh detik yang telah berlalu, selalu ada pelajaran kehidupan. Selamat untuk hidup yang belum berakhir!

No comments:

Post a Comment