Thursday, October 27, 2011

Review: 99 Cahaya di Langit Eropa

Buku Terbaik 2011
Buku "99 Cahaya di Langit Eropa", sebuah novel perjalanan menapak jejak Islam di bumi Eropa, menggambarkan sisi lain Eropa bagi saya, mungkin juga bagi pembaca lainnya. Tapi, bagi saya pribadi, buku ini sangat berkesan. Ditulis oleh anak Amien Rais, Hanum Salsabiela Rais, seorang lulusan dokter gigi UGM, buku ini tak hanya menceritakan cahaya Islam yang pernah menerangi bumi Eropa, tapi juga memberi secercah cahaya buat saya untuk mau mempelajari lagi agama yang saya peluk sejak lahir, Islam.

"99 Cahaya di Langit Eropa" bukan buku motivasi, tapi seperti novel pada umumnya, dengan bahasa ringan memaparkan kisah yang dialami penulisnya. Kisah tersebut berupa catatan perjalanan penulis di negara-negara Eropa. Ini pun bukan buku traveler biasa, ia tak menjelaskan situs-situs yang wajib dikunjungi, rekomendasi hotel dan tiket perjalanan, atau what do's and what don't's sebuah perjalanan. Di balik perjalanan fisiknya, ada perjalanan spiritual yang tak terelakkan bagi penulis, juga bagi saya sebagai pembaca. Saya seakan dibawa serta oleh Hanum ke tempat-tempat yang dijelajahinya.

Perjalanan dimulai dari Wina, Austria, penulis yang sementara tinggal di sini mengikuti suami sekolah doktoral, meniatkan dirinya untuk menelusuri peradaban Islam di bumi Eropa. Niat ini bermula dari persahabatan dengan warga imigran Austria asal Turki bernama Fatma. Fatma seorang muslimah yang berupaya menjadi agen muslim yang baik di negara sekuler. Ia cukup berpengetahuan tentang sejarah peradaban Islam di Wina. Dengan Fatma-lah, penulis mengunjungi tempat-tempat historis yang bisa dikaitkan dengan peradaban Islam dahulu. Kahlenberg, sebuah bukit di Wina, pertama kali tempat yang mereka kunjungi berdua. Dari bukit ini, tampak sungai Danube yang membelah kota Wina, dan di tepi sungai Danube, ada Vienna Islamic Center, sebuah masjid dan pusat peribadatan muslim Wina. Sayangnya, janji untuk mengunjungi Vienna Islamic Center tak bisa dilaksanakan oleh Fatma untuk Hanum. Fatma keburu meninggalkan Austria tiba-tiba. Perjalanan selanjutnya dilalui Hanum bersama suaminya.


Dari Wina, kemudian Paris, kota idaman saya. Di Paris, kita tak akan bertemu keelokan Eiffel. Tapi, ada yang lebih mengagumkan daripada itu. Musee de Louvre, tersimpan misteri Islam di museum itu, bagaimana kaligrafi La ilaa haillallah bisa ada di pinggir kerudung Bunda Maria dalam lukisan. Musee de Louvre juga menyimpan warisan keramik dengan kaligrafi Kufic, seni kaligrafi Arab kuno yang tak mudah untuk dibaca. Situs bersejarah lainnya yang juga menyimpan misteri adalah Axe Historique, sebuah garis imajinari lurus yang menghubungkan situs-situs penting di kota Paris. Musee de Louvre, Arc de Triomphe du Caroussele, Obelix Luxor di tengah alun-alun Palace de La Concorde, jalan Champs-Elysees, Arc de Triomphe de l'Etoile, dan La Defense adalah situs-situs dalam garis lurus. Arc de Triomphe du Caroussele dan Arc de Triomphe de l'Etoile sengaja dibangun atas perintah Napoleon Bonaparte sebagai perayaan atas kemenagan Prancis menaklukkan Eropa. Bagaimana sebuah jalan kemenangan bagi rakyat Prancis "Voie Triomphale" menghadap jalan kemenangan umat Islam, Mekkah? Apakah sebuah sejarah sedang disamarkan?

Dari Paris, kita jalan-jalan ke Cordoba "City of Lights" yang sebenarnya. Kota Cordoba, Spanyol, inilah yang pernah menjadi kota cahaya di Eropa ketika Eropa berada di abad kegelapan. Pusat peradaban Eropa dahulu, yang diterangi pengetahuan di masa khalifah Umayyah. Lalu, kota Granada, kota terakhir di Spanyol tempat kejayaan Islam berakhir. Di Spanyol inilah Islam pernah berjaya di Eropa, di mana agama dan ilmu pengetahuan bergandeng tangan membangun peradaban.

Lalu, beranjak ke Istanbul, Turki. Di sini Hanum bertemu lagi dengan Fatma. Di sini, sejarah pernah menorehkan kejayaan Islam menaklukkan imperium Byzantium Romawi. Hagia Sophia yang dulu gereja dijadikan masjid tanpa merusak bentuk aslinya, namun kemudian menjadi museum yang mana tampaknya inilah pilihan yang terbaik. Dibandingkan di Cordoba di mana Mezquita sebuah masjid yang kini jadi gereja. Dari sejarah, kita mengetahui ada perebutan kekuasaan, ada kemenengan dan ada kekalahan dalam setiap penaklukkan. Tapi, bukan itu yang penting kita resapi. Eropa dan Islam dulu pernah begitu dekat. Islam pernah menerangi bumi Eropa. Dan lewat situs-situs sejarah dalam buku ini, kita mengenal identitas Islam yang membuat kita semakin mencintai Islam. Insya Allah.

Memang tak banyak kota-kota di Eropa yang dijelajahi oleh Hanum yang diceritakan dalam buku ini. Perjalanan rentang 3 tahun di Eropa, sebagian besar Wina, Austria, setidaknya telah menyuguhkan kepada kita bahwa Eropa adalah sejuta misteri tentang peradaban Islam. Penulis bercerita tentang perjalanannya yang merupakan pencarian 99 cahaya kesempurnaan yang pernah dipancarkan Islam di bumi Eropa. Dari pengalaman saya membaca buku ini, saya pun menemukan cahaya yang menerangi jiwa saya, betapa saya tak banyak tahu tentang sejarah agama saya sendiri. Buku ini rasanya wajib dibaca oleh setiap muslim di dunia, pun oleh nonmuslim supaya tidak salah kaprah tentang Islam.


Update: Ikuti polling Anugerah Pembaca Indonesia 2011 http://festivalpembacaindonesia.com/2011/11/05/polling-anugerah-pembaca-indonesia-2011-longlist-tahap-ii/ dan jangan lupa vote buku terbaik tahun ini "99 Cahaya di Langit Eropa"

2 comments:

  1. "..Dari sejarah, kita mengetahui ada perebutan kekuasaan, ada kemenengan dan ada kekalahan dalam setiap penaklukkan. Tapi, bukan itu yang penting kita resapi. Eropa dan Islam dulu pernah begitu dekat. Islam pernah menerangi bumi Eropa."

    Betul, tanpa jasa Islam, Eropa tak kan pernah keluar dari zaman kegelapan.

    Review yg bagus, Vira.

    ReplyDelete
  2. Haii vira! Ikutan review buku Bulan Terbelah di Langit Amerika yuk karangan Hanum Rais Rangga Almahendra. Ini link nya: https://www.facebook.com/notes/gramedia-pustaka-utama/review-bulan-terbelah-di-langit-amerika/10153164276006982 hadiahnya ada merchandise lgs dari Amerika looh… Buruaan ya ikutan untuk tahap kedua sampai 1 oktober2014 nanti. Oya jgn lupa nonton 99 Cahaya di Langit Eropa the Final Edition tgl 30 Oktober 2014 yaaa!! ajak kawan kawan menggapai keajaibanNya!

    ReplyDelete