Saturday, February 12, 2011

Go International!

Saya tak muluk-muluk ingin menjadi penulis dunia. Setidaknya dalam waktu singkat hal itupun mustahil terjadi. Namun, ada satu kesenangan yang saya rasakan ketika seseorang yang berasal dari luar negeri berani memesan buku pertama saya, kumpulan cerpen Lajang Jalang. Luar negeri yang lumayan jauh, yaitu Jepang, negeri Sakura yang belum pernah saya kunjungi. Hm, belum pernah. Mungkin suatu saat nanti saya akan berkunjung ke sana, seperti si Lajang Jalang, "anak" saya.

Beberapa hari yang lalu, seorang Indonesia yang tinggal di Jepang, mengontak saya lewat Facebook. Saya tidak kenal dengan orang tersebut. Ia mengirim saya pesan bahwa ia ingin membeli buku saya. Ia pun meminta add friend. Sebelumnya saya balas dulu pesannya, baru kemudian ia menunjukkan keseriusan membeli buku saya, saya pun mengiyakan pertemanan di Facebook itu. Saya juga menanyakan tahu darimana tentang buku saya. Ia pun menjawab tahu dari kompas online dan seorang temannya di Jababeka. Kompas online? Oh, ternyata lumayan berhasil juga 'ngiklan' di oase kompas lewat cerpen saya yang tayang di sana. Hahaha... Atau, kompas online yang ia maksud adalah kompasiana. Ah, sama saja! Hehehe...

Tak lama setelah saya tahu biaya ongkos kirim ke Jepang dan total biaya yang harus ia transfer ke rekening BNI saya, saya pun kembali mengirim pesan padanya. Lalu, ia membalas segera mentransfer sejumlah uang itu. Sesaat kemudian ia mengirim pesan lagi memberi tahu transfernya berhasil. Saya langsung cek SMS Banking, dan ya, berhasil! Saya senang bukan main! Bagaimana tidak?! "Buku Lajang Jalang siap dikirim ke Jepang! My book goes international! Hahaha..." Demikian kicauan saya di twitter seketika itu juga!

Terlalu berlebihan memang saya bilang buku saya 'goes international'. Siapakah saya? Apakah buku saya? Bukan siapa-siapa! Bukan apa-apa! Saya hanya seorang biasa. Buku kumcer juga biasa, banyak buku kumcer beredar di pasaran Indonesia jauh melebihi buku saya. Saya penulis pemula, sangaaat pemula. Buku saya terbitan indie saja, tanpa modal pula, hanya mengandalkan jasa self-publishing Nulisbuku.com. Tapi, inilah euforia bagi seorang penulis pemula seperti saya, ketika seseorang, ya hanya satu orang dari luar negeri benar-benar berniat ingin membaca buku pertama saya. Seseorang yang rela membayar lebih untuk ongkos kirim yang berkali-kali lipat dari harga bukunya. Saya terharu untuk itu. Jujur saya tak ingin mengecewakannya, saya ingin ia puas dengan karya saya, minimal ia tak menganggap sia-sia membeli buku saya. Semoga saja! 

Namun, tak salah juga bila saya bilang buku ini 'go international'. Mungkin ini suatu doa. Suatu ungkapan yang kelak bisa saja jadi nyata. Memang ada yang mustahil di dunia ini, seperti feses yang keluar dari mulut. Tapi, sebuah buku untuk dikenal dunia adalah suatu hal yang mungkin. It's possible! Jadi, tak ada salahnya berharap untuk itu, walau tak mungkin terwujud dalam waktu dekat. Setidaknya sebuah pengharapan telah terniatkan, tinggal bagaimana usaha yang akan dilakukan. Tentunya itu sebuah proses, dan setiap proses butuh waktu. Well, time will tell. Hanya saja, saya masih tak muluk-muluk ingin menjadi penulis dunia. Menulis sewajarnya saja sudah cukup membahagiakan, so, what else?!

5 comments:

  1. congratulasyoooong mbak cantik :D :D

    ReplyDelete
  2. Heeeebbbaaatttt,, VViiraaa
    Moga makin sukses selaluw ya.. :))

    ReplyDelete
  3. Makasi Novaaa... Sukses untukmu juga.. :)

    ReplyDelete
  4. dengan kesenanganmu itu (penulis) mungkin jadi suatu profesi, apa yang membuat kamu datang jauh-jauh dari ranah minang, tertinggal begitu saja, sukses selalu, dan jangan lupa denga Zat yang membuat kamu bisa begitu...!!!!!

    UDA

    ReplyDelete