Sunday, October 24, 2010

Cerita di Balik "99 Writers in 9 Days"

Jumat, 8 Oktober 2010. Sore, saya telah bersiap untuk berangkat ke Indonesia Book Fair 2010 di Istora Senayan. Tidak seperti biasa untuk berbelanja buku, hari ini istimewa karena untuk pertama kalinya saya menghadiri acara launching buku saya sendiri. Hmm… buku saya? Ya! Buku pertama saya akhirnya diterbitkan melalui nulisbuku.com dengan acara “99 Writers in 9 Days”.


Lajang Jalang oleh Vira Cla



Kamis, 30 September 2010. Saya membaca timeline di twitter, lalu terbacalah suatu tawaran dari akun @nulisbuku untuk menerbitkan buku secara independent. Tak ada rasa menggebu-gebu ingin ikut, saya hanya berbekal iseng membuka situs nulisbuku tersebut. Tapi, setelah baca semua keterangannya, saya pun terketuk untuk mengirim naskah. Maka, sehari-semalam itu, saya berjibaku mempersiapkan naskah buku yang ingin saya terbitkan. Mungkin karena saya memang pernah berniat untuk membukukan cerpen-cerpen ’selangkangan’ saya, jadi tanpa pikir panjang terbersitlah untuk menerbitkan buku berjudul ‘Lajang Jalang’. Kebetulan, saya punya cerpen yang berjudul sama. Dan, sepertinya cocok untuk menjadi judul buku saya yang berisi kisah-kisah dari lajang dan/atau jalang.

Setelah men-download template naskah yang disediakan dari nulisbuku.com, saya mulai menelusuri blog tempat cerpen-cerpen tersebut disimpan. Tidak semua cerpen yang saya masukkan dalam naskah. Kira-kira hanya yang bertema sama yang saya ambil. Dari cerita tentang selangkangan, cinta, dan patah hati. Cerita-cerita yang menurut saya dialami oleh lajang ataupun jalang. Setelah penyeleksian itu, terkumpul 13 kisah:

1. Negeri Sastra cer-Penis
2. Labia
3. Puting
4. Ketika Otak di Selangkang
5. Lajang Jalang
6. Que Sera Sera
7. Biar Murahan, Gue Tetap Perempuan
8. Hari ini Aku di Persimpangan Jalan
9. Mencintai Bayangan
10. Saya Hedon, Saya Gigolo
11. Hanya Sepuntung
12. Cinta Semusim
13. Bipolar Attack

Demikian tersusun dalam buku kumpulan cerpen ‘Lajang Jalang’. Tapi, ada yang kurang. Tak ada penutup kisah. Padahal buku ini dibuka dengan cerita seorang cer-Penis yang suka menulis cerita ’selangkangan’. Karena itulah, saya melihat isi folder cerpen di laptop saya. Ada satu cerpen yang belum saya selesaikan. Dan, menurut saya, jika saya melanjutkan menulis cerpen itu, maka lengkaplah isi buku ini. Akhirnya kisah ditutup oleh ‘Sum’. Sum menjadi kisah ke-14 sebagai penutup cerita Lajang Jalang.

Naskah selesai! Lalu, saatnya memikirkan cover buku. Ide acara ini adalah menantang penulis-penulis pemula untuk menyiapkan naskah siap cetak dalam tenggat waktu 9 hari, termasuk cover buku! Sebenarnya saya masih punya waktu beberapa hari lagi untuk menyiapkan semuanya. Deadline kirim naskah adalah tanggal 5 Oktober 2010 jam 12 siang. Sedangkan, saat saya menyiapkan naskah masih 30 September. Bisa dibilang saya masih punya banyak waktu. Apalagi, naskah-naskah yang telah tayang di situsnya baru beberapa saja. Tapi, saya takut juga tak dapat tempat untuk 99 writers itu. Dengan tekad bulat, saya harus menyelesaikan naskah dan cover hari itu juga walau harus sampai begadang.

Sehabis maghrib, saya pun merancang desain cover. Isi naskah telah tersusun dengan baik, walau masih menyisakan halaman kosong untuk cerpen Sum yang belum saya kerjakan. Awalnya sedikit bingung mau desain apa. Tapi, ada saja cara Tuhan membuka jalan. Saya teringat dengan gambar profil wajah yang saya lukis sendiri dengan pensil warna. Gambar yang saya foto lalu saya upload ke FB. Profil wajah dari samping yang tak jelas apakah perempuan atau lelaki. Tampaknya pas untuk dijadikan cover Lajang Jalang. Akhirnya, gambar itulah yang saya edit lewat photoshop online www.pixlr.com untuk kemudian dijadikan cover. Dan, voila… Done! Cover depan dan belakang telah saya desain sendiri.

Waktu hampir tengah malam, Sum masih menggantung. Saya kuras pikiran untuk menulis lagi. Tak ada kendala berarti, Sum selesai. Sum menjadi akhir kisah dari Lajang Jalang. Isi naskah saya cek ricek. Saya penulis, sekaligus editor tulisan saya. Plus, yang desain cover. Dan, yang menarik, saya juga yang menentukan harga buku dengan bantuan kalkulasi harga produksi yang telah disiapkan tim nulisbuku. All in one, me! Moi! Vira! Hehehe… Sedikit lewat tengah malam, naskah 100% siap di-upload ke nulisbuku.com. Ah… saat itu masih setengah lega. Karena belum ada konfirmasi bahwa naskah saya masuk dan dimuat untuk acara “99 Writers in 9 Days.”

Menurut saya, sebagai self-publisher, ikut acara tersebut cukup menguntungkan. Karena kita diberi kesempatan untuk meluncurkan buku tersebut ke khalayak Indonesia Book Fair. That’s why saya bersemangat menyelesaikan naskah sehari semalam. Hehehe… Esok harinya, saya cek email. And, thank God, I was confirmed. Buku Lajang Jalang akhirnya ‘live’ di nulisbuku.com. Siapa saja yang berminat bisa langsung pesan di sana.
Kembali ke tanggal 8 Oktober 2010. Ya, inilah mungkin awal karir kepenulisan saya. Officially I’m a writer. Junior writer! Bersama dengan 98 penulis lainnya, di antaranya ada yang sudah terkenal (telah menerbitkan buku lewat mainstream publisher); Ika Natassa dan Ollie. Sebagai bagian dari 99 Writers, saya berhak mendapatkan 1 buku saya yang telah dicetak + T-shirt kebanggaan! Hehehe… Untuk yang mau cetakan buku saya, bisa pesan di nulisbuku.com ya.

Honestly, saya masih sangat amatir dalam menulis! Saya harus belajar banyak lagi untuk bisa menulis dengan baik dan benar. Saya tidak ingin hanya terputus sampai di sini. Saya ingin menembus mainstream publisher kalau bisa. Saya ingin melanjutkan proyek novel yang sempat tertunda lama.
Yang akan saya ingat dari peluncuran buku pertama ini, selagi niat yang benar dan tekad bulat, pasti ada saja jalan buat mencapainya. Hmm… akhirnya, saya punya buku dengan nama saya tertulis di buku itu, dengan ide semua dari saya! Tak ada campur tangan orang lain! Hanya campur tangan Tuhan! Kadang saya masih tak menyangka, nyata atau mimpi ya?Well, yeah, tagline dari nulisbuku.com sendiri, ‘Publish Your Dream’. Yup, I published my dream! Walau, sebenarnya saya masih mikir apa memang layak kumpulan cerpen saya dibukukan?! Hehehe… masih berasa minder euy!

Sekarang, karena saya adalah self-publisher, saya juga harus memikirkan marketing buku saya! Harus tulis sinopsis yang menarik, nih! Anyway, saya belum terlalu promosi kemana-mana! Setelah cek buku yang sudah dicetak, masih ada revisi naskah, baru kemudian re-upload, setelah itu baru bisa dipesan. Akan ada pemberitahuan lebih lanjut. Karena konsep dari nulisbuku.com itu, print on demand. Kalau ada yang pesan, baru deh dicetak. Begituuu… Ya, mudah-mudahan ada yang mau beli. Hehehe…
Sekian saja cerita saya di balik ‘99 Writers in 9 Days’ bersama nulisbuku.com. Pengalaman yang berharga. Selain bisa menerbitkan buku, juga bisa kenal dan berteman dengan sesama 99 writers! Yes, we are proud to be part of 99 Writers in 9 Days!



PS: Yang mau self-publishing bukunya, bisa kirimkan naskah ke nulisbuku.com. :)

4 comments:

  1. Hebat Vira... Mudah2an gue bisa nyusuuuuulllll :D

    ReplyDelete
  2. HARUS NYUSUL!!! Saya sih blm apa2 dibanding mbak yg udah byk nulis, cuma kesempatannya saya dapet duluan ;)

    ReplyDelete
  3. selamat yaaaa...
    vira hebat ih, ga bilang2 kemarin pas ketemu

    ReplyDelete
  4. hehe...makasi mbak Astrid, soalnya blm pede kmrn mau bilang, blom publish di nulisbuku.com

    nah, skrg udah live lho..

    sila mampir dan pesan klo mau..

    http://www.nulisbuku.com/books/view/lajang-jalang

    ReplyDelete