Thursday, October 8, 2009

Ia di dalam kepala!

Ia ada dalam kepala saya. Ia bisa berupa apa saja dan bermakna semau ia. Ia tetap ada dalam kepala dan akan terus ada. Meneror saya siang malam tanpa jera. Ia bosan di dalam dan ingin keluar. Tapi kepala ini bagai berpagar. Dibatasi perasaan saya yang melarang ia bebas. Ia pun makin memberi saya teror keras.

Ia terus memaksa hingga saya lelah. Memaki saya seorang lemah. Menghujat saya seorang pengecut. Mungkin karena ia ingin menjadikan saya penurut. Karena ia ingin berkuasa. Meracuni pikiran saya, mengeruhkan jernihnya rasa. Saya tertunduk, entah takut entah malu. Mungkin terhina dalam perasaan semu.

Saya kalah, namun kalah dalam kepuasan nyata. Ya, puas telah membebaskan ia ke secarik kertas. Tak lagi saya pedulikan penilaian manusia. Ia telah bebas, ia pun merasa puas. Padahal pernah saya pikir ia tak punya rasa. Dan kini, biarlah ia makin menyesak, saya relakan ia keluar, walau tetap ada ia dalam kepala. Karena ia tak bisa punah, ia akan selalu ada. Karena ia adalah kata.

Jakarta, 8 Oktober 2009, 13:30