Saturday, January 24, 2009

Senyuman Bapak Tua di Stasiun

Saat ku lihat senyuman seorang bapak tua di stasiun kereta, aku tersentak. Ketiga kalinya dia menawarkan jualan pin-pin mungil dalam nampan kecilnya. "Gopek, mbak." tawarnya padaku. Sudah tiga kali. Tiga kali pula dia tersenyum. Dan ketiga kali ini, aku baru membalas senyumannya dgn gelengan kepala.

Terus saja ku perhatikan bapak tua dgn pakaian lusuh itu. Dgn tas ransel yg koyak disandangnya, dgn sepatu hitam yg benar2 sudah tak layak pakai, langkah si bapak tetap semangat walau jelas terlihat penat.
Kasihan, pikirku.

Beban si bapak pastilah berat. Setua itu dia masih bekerja keras. Tapi lihatlah.. Dia masih bisa tersenyum.
Ku terus berpikir.. Aku yg masih muda begini, pasti bisa menanggung beban seberat apapun. Aku pasti bisa untuk tersenyum. Aku tak harus menunggu membalas senyuman orang pada kali ketiga. Hidup ini memang berat ketika beban itu datang. Tapi yakinlah, Tuhan pasti memberi beban yg tak akan melebihi kemampuan kita. Dan aku yakin, aku masih bisa terus tersenyum.

9 comments:

  1. Berarti Tuhan kan tidak akan memberikan beban yang melebihi kemampuan pak Tua itu kan mBak Vira? Tetapi menurut saya, kalau mau membantu (membeli) sih OK saja.

    ReplyDelete
  2. Anda harus yakin seratus persen, sebab memang Allah telah berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat ke 286 " لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا‌ؕ yang artinya Allah tidak membebani seseorang melainkan apa yang terdaya olehnya. Itu janji Allah, dan DIA tidak akan pernah mungkir janji.
    Dan doa ini juga yang kami panjatkan untuk saudara2 kita di Palestine sana sewaktu sholat hajat.
    Tentang si bapak tua tersebut anda dapat saja membantunya mengikut kemampuan anda (bahkan dengan senyuman serta doapun sudahlah memadai).
    Salam..

    ReplyDelete
  3. saya juga suka terenyuh kalau melihat pemandangan seperti itu, dan kalau memang saat itu saya tdk bisa membantu materiil, bantu doa juga insyaallah nyampe kok mba :)

    ReplyDelete
  4. benar, tp kasihan aja sm pak tua itu.. :) saya bantu doa aja... gak suka pin2 soalnya.. hehe

    ReplyDelete
  5. iya mba... apalagi pemandangan seperti itu makin banyak aja skrg... well,, let us wish the best for all of us

    ReplyDelete
  6. hhmm... secercah oase buat kita yang penat dengan rutinitas pekerjaan dan kehidupan yang mekanis... adalah melihat senyuman dan tawa mereka yang tidak seberuntung kita...

    ReplyDelete
  7. Oase yg melegakan.. Supaya kita patut bersyukur lg.. :) salam kenal greeninfinity

    ReplyDelete
  8. ah tetep mending ka kawah putih ciwidey, situ-nya pasti lebih menyejukan kalo ngojay

    ReplyDelete