Thursday, April 28, 2016

Belanja Perlengkapan Bayi

Akhirnya, hari yang dinanti-nanti buat belanja perlengkapan bayi telah tiba. Pada suatu Sabtu siang, ketika kehamilan telah memasuki bulan delapan, saya dan suami berangkat ke ITC Kuningan, Jakarta Selatan. Di sana, saya sudah tahu tujuan utama saya, Fany Baby Shop. Seorang perempuan muda langsung melayani saya setelah saya dipersilakan duduk di bangku yang tersedia di depan etalase toko. Dari tempat duduk itulah, saya mulai menunjuk perlengkapan yang akan saya beli hari itu. Perlengkapan utama bayi berupa... Pakaian.

Tuesday, February 2, 2016

Persiapan Daftar Belanja Kebutuhan Bayi

Akhir-akhir ini, saya lagi senang browsing artikel persiapan melahirkan di internet. Keluar masuk forum komunitas mama-mama kece maupun blog-blog pribadi yang ada. Jadi silent reader saja, sih. Hihi... Pengin tahu hebring dan rempongnya mama-mama menjelang melahirkan. Apa saja yang mereka persiapkan dalam tas yang dibawa ke rumah sakit atau saat melahirkan. Apa saja barang-barang yang sudah mereka beli atau persiapkan untuk menyambut buah hati tercinta. Saya malah ketemu mama yang usia kehamilan (UK) sama persis dengan UK saya saat ini sudah beli baju-baju bayi. Trimester tiga saja masih dua mingguan lagi, masa udah mulai belanja ya? Jadi kepikiran juga kan saya?! Memang sih kayaknya ya dicicil satu per satu. Tapi, dipikir lagi, saya nunggu masuk trimester tiga dulu saja deh baru beli-beli. Lagian masih ribet sama urusan saya yang belum kelar juga dari kapan tahun. Hahaha... Santai dan tetap yakin akan ada waktunya buat shopping. Agak nggak sabar sih sebenarnya. Maklumlah ya, anak pertama, pengin ngerasain segera sensasi belanja buat anak yang dinanti-nanti ini. Karena anak pertama ini pulalah, saya cukup rajin cari tahu sendiri apa-apa yang mesti dipersiapkan buat kelahiran. Cari-cari daftar belanjaan sampai ketemu blog mama yang nulis barang-barang yang sudah dibeli buat bayi tapi ternyata nggak dipakai. Membantu banget deh. Jadi saya juga mikir lagi perlu beli barang itu atau nggak. Apalagi akan ada barang bekas ponakan saya yang bisa dipakai buat anak saya. Hehehe... Nggak apa-apa ya, Nak?! Minta ijin anak dulu! Ya, contohnya baby crib. Ponakan saya punya, sekarang nggak dipakai, nganggur di pojokan. Mending itu ranjang bayi kan dipasang lagi buat anak saya, daripada harus keluarin duit buat beli baru, kan duitnya bisa dialokasikan buat yang lain. Ya, kan, Nak?!! Hehehe....

Wednesday, November 18, 2015

Itali (Cerpen Terjemahan "Italy" oleh Antonio Elefano)

*diterjemahkan oleh Helvira Hasan dari Italy


ITALI

Kita sudah berpacaran selama delapan bulan dan empat belas hari ketika kau bertanya: “Kenapa kau tak mengucapkan kau mencintaiku lagi?”

Di pikiranku, pertanyaan itu memiliki dua kemungkinan makna: (1) Kenapa aku tak mengucapkan aku mencintaimu lagi? Seperti kenapa aku tak dengan senang hati membandingkan cinta saat ini dengan cinta yang aku rasakan di masa lalu? Dan (2) Kenapa aku tak mengucapkan aku mencintaimu lagi? Seperti kenapa aku tak menggunakan frasa “aku mencintaimu” lebih sering? Tampaknya lebih cenderung yang kedua, walaupun aku mempertimbangkan yang pertama itu kemungkinan yang lebih menarik. Ketika aku membandingkan semantik itu, kau melayangkan kedua tanganmu dan menyuruhku meninggalkanmu sendiri. (Aku menolak.)

Setelah dua puluh dua menit meyakinkanmu untuk membuka kunci pintu kamar, aku menjelaskan bahwa aku telah mengatakan padamu aku mencintaimu sekitar enam bulan lalu.

“Aku ingat,” katamu. “Tapi bukankah aneh kau tak pernah mengatakannya lagi?”

“Apa saat itu kau tak mempercayaiku?”